Sleman Gaspol Persiapan Porda 2027 Targetkan Juara Umum Lagi
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
Bus sekolah khusus siswa disabilitas resmi dilaunching dan kebermanfaatannya sangat langsung dirasakan pada Rabu (1/10/2025). Diharapkan bisa menambah armada agar dapat menjangkau banyak siswa disabilitas di penjuru Kulonprogo. - Harian Jogja - Khairul Ma\'arif /
Harianjogja.com, BANTUL— Kebutuhan bus sekolah di Kabupaten Bantul dinilai masih jauh dari kondisi ideal. Hingga kini, Bantul baru memiliki satu unit bus sekolah yang beroperasi di wilayah Bantul Barat, sementara kebutuhan riil untuk melayani seluruh wilayah diperkirakan mencapai enam unit.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Singgih Riyadi, mengatakan keterbatasan armada menjadi tantangan utama dalam menyediakan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi pelajar. Secara perencanaan, Dishub Bantul menargetkan minimal tiga unit bus sekolah untuk menjangkau wilayah Bantul Barat, Tengah, dan Timur. Namun, jika mengacu pada kebutuhan di lapangan, idealnya setiap wilayah membutuhkan dua unit bus dengan rute berbeda.
“Kalau kebutuhan ideal, kami memperkirakan sekitar enam bus sekolah. Masing-masing wilayah, Barat, Tengah, dan Timur, dua unit dengan rute yang berbeda,” ujar Singgih, Sabtu (13/12/2025).
Singgih menjelaskan, upaya penambahan armada terus dilakukan melalui pengajuan proposal bantuan ke pemerintah pusat. Bantuan bus sekolah tersebut bersumber dari program Kementerian Perhubungan yang setiap tahun membuka alokasi anggaran bantuan teknis. Namun, hasil pengajuan yang diajukan Bantul belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan daerah.
Pada tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperoleh alokasi dua unit kendaraan bantuan dari Kementerian Perhubungan, masing-masing untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Sebelumnya, Bantul mengajukan permohonan tiga unit bus untuk wilayah Barat, Tengah, dan Timur, tetapi hanya satu unit yang disetujui.
“Yang kami terima saat ini masih simbolis, fisiknya belum datang. Insyaallah bulan Desember ini segera dikirim,” katanya.
Bus bantuan tersebut bukan berukuran besar, melainkan kendaraan jenis Hiace dengan kapasitas sekitar 18 penumpang. Armada itu secara khusus diperuntukkan untuk mendukung kegiatan Sekolah Rakyat (SR). Meski demikian, Dishub Bantul membuka peluang pemanfaatan kendaraan tersebut untuk kebutuhan transportasi sekolah lain, terutama jika ada kegiatan yang memerlukan fasilitasi armada.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamudji, menyebut pengajuan tambahan bus sekolah dilakukan hampir setiap tahun, baik melalui dana pemerintah pusat maupun skema dana keistimewaan (danais). Namun, untuk pengadaan tahun depan, proposal Bantul belum mendapat persetujuan.
“Kami setiap tahun selalu mengajukan. Tahun ini belum disetujui, kemungkinan karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Toto menambahkan, pemenuhan bus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dishub Bantul, terutama untuk menjamin akses transportasi yang aman dan merata bagi pelajar di seluruh wilayah. “Kami ingin seperti Gunungkidul yang wilayahnya sudah terkover optimal untuk layanan bus sekolah,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Rabu 1 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan cepat dan praktis.
Brad Bird menolak Ratatouille 2 meski didorong Pixar. Sutradara sebut cerita sudah selesai dan tak ingin dipaksakan.
Gelombang panas ekstrem di Eropa kini jadi ancaman ekonomi serius. Jerman diprediksi menanggung kerugian terbesar hingga 2030.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.