Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Lokasi Parkir Malioboro di Kotabaru, tempat parkir hasil relokadi dari TPA ABA - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA— Area parkir Malioboro yang berlokasi di eks Menara Kopi Kotabaru disiapkan untuk menampung bus wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lokasi ini menjadi salah satu dari tujuh kantong parkir resmi yang disiapkan pemerintah di kawasan Malioboro.
Area parkir eks Menara Kopi berada di kawasan Kotabaru, tepatnya di sebelah timur Jembatan Kewek yang saat ini ditutup. Lokasi tersebut mampu menampung sekitar 30 bus wisata dan 120 sepeda motor. Wisatawan yang memarkirkan kendaraannya di area ini dapat melanjutkan perjalanan menuju Malioboro dengan memanfaatkan layanan bus Trans Jogja yang melintas dan berhenti tepat di depan area parkir.
Wakil Ketua Paguyuban Keluarga Besar ABA, Agil Suhariyanto, menuturkan kapasitas parkir yang disediakan pemerintah, termasuk di eks Menara Kopi, dinilai cukup untuk menampung kendaraan wisatawan.
“Kalau dimaksimalkan tempat yang ada dan yang memang milik pemerintah, sebenarnya itu tidak kekurangan,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Agil juga mencatat adanya peningkatan jumlah bus wisata yang parkir di lokasi tersebut dalam beberapa waktu terakhir, seiring mendekatnya libur Nataru dan penutupan Jembatan Kewek.
“Dengan penutupan Kewek memang ada imbasnya,” katanya.
Meski demikian, untuk hari kerja belum terlihat lonjakan signifikan kendaraan yang masuk ke area parkir eks Menara Kopi.
“Kalau akhir pekan Sabtu-Minggu bus-bus mulai masuk, kalau hari biasa masih belum,” ungkapnya.
Ia menyayangkan masih maraknya praktik parkir liar di sekitar kawasan Malioboro yang memanfaatkan bahu jalan.
“Di Jalan Mangkubumi masih ada di sisi utara, kemudian di sekitar Pasar Pathuk juga banyak, itu memakan bahu jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan Pemda DIY bersama Pemkot Jogja telah menyiapkan tujuh kantong parkir untuk mendukung kelancaran arus kendaraan selama periode libur Natal dan Tahun Baru di kawasan Malioboro.
Tujuh kantong parkir tersebut meliputi Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean, TKP Eks Hotel Trio, TKP Beskalan, TKP Eks Menara Kopi, TKP Ketandan, TKP Sriwedani, dan TKP Senopati. Seluruh lokasi ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan selama libur Nataru.
TKP Ketandan menjadi salah satu lokasi yang disiapkan khusus untuk parkir sepeda motor dan mobil. Lokasi ini rencananya mulai dioperasikan pada akhir tahun 2025 setelah pembangunan tahap pertama rampung. Sebelumnya hanya berupa satu lantai area terbuka, kini TKP Ketandan dikembangkan menjadi tiga lantai dengan kapasitas lebih besar.
Pada lantai pertama tersedia ruang parkir untuk 117 sepeda motor dan 76 mobil. Lantai dua mampu menampung 84 sepeda motor dan 11 mobil. “Lantai tiga khusus untuk motor, yakni sebanyak 334 unit. Secara keseluruhan, daya tampung tahap pertama mencapai 535 motor dan 87 mobil,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny