Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Tangkapan layar
Harianjogja,com, BANTUL—Pembangunan jembatan darurat di lokasi longsor Srikeminut, Sriharjo, Bantul, diharapkan mampu memulihkan aktivitas ekonomi dan UMKM setempat.
Lurah Desa Sriharjo Titik Istiyawatun Khasanah di Bantul, Minggu, mengatakan setelah jalan utama yang berada di pinggir Sungai Oya putus akibat longsor November lalu, pengunjung ke desa wisata Srikeminut sisi timur berkurang sehingga warung UMKM sepi pembeli.
"Sehingga harapannya dengan adanya jalan pertolongan berupa jembatan darurat dari bambu yang telah selesai dibuat pemerintah kabupaten nanti juga UMKM di area Srikeminut di ujung timur bisa normal kembali," katanya.
Dia mengatakan jembatan bambu meskipun hanya bersifat darurat dan hanya dapat dilalui pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor, harapannya dapat meningkatkan kunjungan wisata ke daerah tersebut, sehingga pemulihan pelaku UMKM bisa terealisasi.
"Karena kan selama jalan longsor pengunjung warung di area jembatan Kedungjati ke timur cukup berkurang. Dan saya sempat ketemu pemilik warung teras kayu timur jembatan. Katanya, omzet turun," katanya.
Selain itu, kata dia, dengan adanya jalan pertolongan dari bambu sepanjang 220 meter dan lebar dua meter tersebut, memudahkan masyarakat melakukan mobilitas baik untuk bekerja, pergi ke sekolah, maupun kepentingan ekonomi lainnya.
Pihaknya juga berharap, penanganan dan pembenahan sarana di lokasi terdampak bencana jalan putus dan longsor tersebut terus diupayakan, agar ke depan mobilitas masyarakat Sriharjo dan yang selama ini bergantung pada akses jalan itu tidak mengalami kendala.
"Karena, untuk jalan yang sekarang ditangani kan skemanya belum bisa dilalui oleh kendaraan besar juga. Karena, itu untuk mengamankan agar tidak terjadi erosi lagi dari Sungai Oya, sehingga ke depan dilakukan pengamanan tebing yang utara," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan pendirian jembatan darurat itu sebagai langkah penanganan sementara pada masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan pemkab sejak 21 November hingga 5 Desember dan diperpanjang hingga 19 Desember 2025.
"Jembatan darurat dari bambu tersebut panjangnya 220 meter dengan ketinggian satu meter, jadi prediksi kami mampu bertahan hingga satu tahun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.