2 Penyu Mati di Gunungkidul, Satlinmas Ungkap Kondisinya
Dua penyu ditemukan mati di Pantai Sepanjang dan Nglolang Gunungkidul dalam dua hari. Bangkai langsung dievakuasi dan dikubur.
Foto ilustrasi korupsi di kalurahan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Inspektorat Daerah Gunungkidul masih melakukan audit dugaan korupsi Kalurahan Ngunut di Kapanewon Playen menyusul laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan anggaran kalurahan, dengan masa pemeriksaan awal berlangsung selama tujuh hari.
“Bisa diperpanjang karena audit melihat perkembangan di lapangan. Yang jelas, kami sekarang masih melakukan pemeriksaan,” kata Inspektur Inspektorat Daerah Gunungkidul, Saptoyo, Senin (15/12/2025).
Dia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan karena adanya pelaporan atas dugaan penyalahgunaan anggaran Kalurahan Ngunut. Dampak dari dugaan ini, sempat ada aksi massa yang meminta dilakukan pengusutan masalah tersebut sampai tuntas.
Meski demikian, Saptoyo memastikan tidak akan membuka hasil audit secara terbuka. Ia berdalih, hasil merupakan bagian dari informasi yang dikecualikan.
“Sesuai yang memerintahkan, maka nantinya hasil dari audit diserahkan ke Bupati,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga tidak mau berandai-andai berkaitan dengan potensi kerugian yang mungkin terjadi di dalam pemeriksaan. Saptoyo berpendapat bahwa kepastian harus menunggu proses audit dugaan korupsi Kalurahan Ngunut selesai dilakukan.
“Kami tidak boleh mengira-ngira karena hasil harus mengacu pada penugasan audit. Yang jelas, kami akan menyelesaikan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Kalurahan Ngunut, Playen, menggelar demo di depan balai kalurahan, Senin (8/12/2025). Aksi dilakukan sebagai bentuk protes karena adanya dugaan korupsi Kalurahan Ngunut yang diduga dilakukan oleh pamong kalurahan.
Wakil Ketua Karang Taruna Ngunut, Ahmad Fatoni, mengatakan aksi demo yang dilakukan bukan yang pertama kali. Ini dikarenakan beberapa hari lalu juga sudah menggelar aksi menuntut transparansi pengelolaan keuangan di Kalurahan Ngunut.
“Ini aksi lanjutan dan kami meminta diusut secara tuntas dan pelaku diproses secara hukum,” kata Fatoni kepada wartawan, Senin siang.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah memiliki sejumlah bukti terkait dengan dugaan korupsi Kalurahan Ngunut ini. Bahkan, sambung Fatoni, aksi penggelapan diduga sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
“Kami ada bukti rekaman percakapan antar pamong di kalurahan. Selain itu, kami juga punya bukti rekening koran keuangan yang sudah habis, tapi tidak ada pertanggungjawabannya, sedangkan dari sisi kegiatan juga tidak dijalankan,” ungkapnya.
Lurah Ngunut, Iswanto Hadi, saat dikonfirmasi tidak menampik adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Danarta atau Bendahara kalurahan. Pasalnya, upaya pemeriksaan untuk mengusut kasus ini juga sudah dilakukan oleh pihak Inspektorat Daerah Gunungkidul maupun aparat penegak hukum.
“Memang ada dugaan korupsi. Untuk nilainya di atas Rp400 juta tetapi di bawah Rp500 juta,” kata Iswanto.
Menurut dia, pihak kalurahan sudah berupaya memberikan peringatan kepada yang bersangkutan. Namun demikian, Surat Peringatan (SP) yang diberikan tidak diindahkan.
“Memang kehidupan dari Danarta kalurahan sangat-sangat luar biasa dengan kemewahan. Untuk penanganan kasus, kami serahkan ke pihak yang berwajib,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penyu ditemukan mati di Pantai Sepanjang dan Nglolang Gunungkidul dalam dua hari. Bangkai langsung dievakuasi dan dikubur.
Marc Marquez juara MotoGP Aragon 2026 dan naik ke posisi kedua klasemen. Ia kini hanya tertinggal 20 poin dari Jorge Martin.
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Senin (31/8/2026), setelah membuka muktamar pada Kamis.
DPRD DIY menyoroti perubahan desil DTSEN yang dinilai dapat mengancam bantuan warga miskin dan meminta verifikasi data diperkuat.
PQN Jateng 2026 mencatat 33.087 transaksi QRIS senilai Rp149,78 juta. Edukasi digital menyasar kampus, sekolah hingga transportasi.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.