Seragam Gratis Bantul 2026 Diproses, Disdikpora Tunggu Hasil SPMB
Seragam gratis Bantul 2026 masih dalam tahap pengadaan. Disdikpora menunggu hasil akhir SPMB untuk menentukan jumlah penerima.
Ilustrasi penipuan./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bantul kembali menerima aduan masyarakat terkait dugaan penipuan yang mengatasnamakan layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Modus penipuan ini masih marak dan menyasar warga dari berbagai latar belakang.
Kepala Disdukcapil Bantul Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, pelaku umumnya menghubungi korban melalui sambungan telepon dengan dalih adanya masalah pada data kependudukan. Sasarannya tidak terbatas pada kelompok tertentu, bahkan warga yang akan memasuki masa pensiun turut menjadi target.
Dalam catatan Dukcapil Bantul, pernah terdapat enam aduan dalam sehari dari warga yang mengaku hampir terjebak modus aktivasi IKD palsu. Pelaku berpura-pura menawarkan bantuan pembaruan data sekaligus aktivasi identitas digital.
“Modusnya menghubungi lalu diarahkan ke IKD yang bukan aplikasi resmi Kementerian Dalam Negeri. Pernah sehari ada enam aduan indikasi penipuan. Kalau yang sudah terjadi penipuan belum dilaporkan ke Dukcapil, tetapi dari saluran lain terinformasi ada tindak penipuan dengan dalih IKD,” ujar Kwintarto, Selasa (16/12).
Ia menambahkan, setelah korban mengikuti arahan tersebut, pelaku biasanya meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi. Meski nominalnya kecil, praktik ini dinilai berisiko.
“Tahap akhir biasanya diminta transfer biaya administrasi sekitar Rp10.000. Karena melalui transfer, rekening korban berpotensi dimanfaatkan untuk tindak penipuan,” katanya.
Kwintarto menegaskan, pihaknya belum mengetahui dari mana pelaku memperoleh data pribadi korban, termasuk NIK dan nomor telepon. Ia memastikan pengelolaan dan distribusi data kependudukan di Dukcapil Bantul dilakukan dengan pembatasan ketat.
“Data identitas warga bersifat rahasia dan tidak boleh disebarluaskan. Jika mengurus administrasi kependudukan, masyarakat sebaiknya berkomunikasi langsung dengan kami. Namun ketika sudah masuk ranah penipuan, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya pada permintaan aktivasi IKD melalui telepon atau pesan singkat dari pihak yang tidak jelas. “Jika sudah terlanjur mentransfer uang, segera nonaktifkan sementara rekening untuk mencegah kerugian lanjutan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seragam gratis Bantul 2026 masih dalam tahap pengadaan. Disdikpora menunggu hasil akhir SPMB untuk menentukan jumlah penerima.
Prabowo targetkan BUMN tinggal 250 perusahaan tanpa PHK. Perampingan berpotensi hemat hingga Rp50 triliun per tahun.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Daftar 32 besar Piala Dunia 2026 mulai lengkap. Tim unggulan lolos, kuda hitam bikin kejutan di fase gugur.
Kolaborasi Purana dan Puragraph di Jogja ubah lukisan Abundance jadi busana artistik, hadirkan konsep “livable art” yang unik.
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.