Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Ilustrasi penipuan./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bantul kembali menerima aduan masyarakat terkait dugaan penipuan yang mengatasnamakan layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Modus penipuan ini masih marak dan menyasar warga dari berbagai latar belakang.
Kepala Disdukcapil Bantul Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, pelaku umumnya menghubungi korban melalui sambungan telepon dengan dalih adanya masalah pada data kependudukan. Sasarannya tidak terbatas pada kelompok tertentu, bahkan warga yang akan memasuki masa pensiun turut menjadi target.
Dalam catatan Dukcapil Bantul, pernah terdapat enam aduan dalam sehari dari warga yang mengaku hampir terjebak modus aktivasi IKD palsu. Pelaku berpura-pura menawarkan bantuan pembaruan data sekaligus aktivasi identitas digital.
“Modusnya menghubungi lalu diarahkan ke IKD yang bukan aplikasi resmi Kementerian Dalam Negeri. Pernah sehari ada enam aduan indikasi penipuan. Kalau yang sudah terjadi penipuan belum dilaporkan ke Dukcapil, tetapi dari saluran lain terinformasi ada tindak penipuan dengan dalih IKD,” ujar Kwintarto, Selasa (16/12).
Ia menambahkan, setelah korban mengikuti arahan tersebut, pelaku biasanya meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi. Meski nominalnya kecil, praktik ini dinilai berisiko.
“Tahap akhir biasanya diminta transfer biaya administrasi sekitar Rp10.000. Karena melalui transfer, rekening korban berpotensi dimanfaatkan untuk tindak penipuan,” katanya.
Kwintarto menegaskan, pihaknya belum mengetahui dari mana pelaku memperoleh data pribadi korban, termasuk NIK dan nomor telepon. Ia memastikan pengelolaan dan distribusi data kependudukan di Dukcapil Bantul dilakukan dengan pembatasan ketat.
“Data identitas warga bersifat rahasia dan tidak boleh disebarluaskan. Jika mengurus administrasi kependudukan, masyarakat sebaiknya berkomunikasi langsung dengan kami. Namun ketika sudah masuk ranah penipuan, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya pada permintaan aktivasi IKD melalui telepon atau pesan singkat dari pihak yang tidak jelas. “Jika sudah terlanjur mentransfer uang, segera nonaktifkan sementara rekening untuk mencegah kerugian lanjutan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!
AFC menjatuhkan sanksi dua laga dan denda kepada pemain Qatar U-17 usai melakukan kekerasan terhadap pemain Indonesia.
Agnez Mo memastikan musik baru rilis tahun ini dengan sentuhan perkusi Indonesia setelah vakum album studio sejak 2017.
Vin Diesel mengumumkan empat serial Fast & Furious sedang dikembangkan Peacock. Satu proyek bahkan sudah masuk tahap produksi.
Jadwal AVC Men’s Champions League 2026 hari ini menghadirkan duel Jakarta Bhayangkara Presisi vs Zhaiyk VC di Pontianak.