BMKG Peringatkan Hujan dan Angin Kencang di Sumut Minggu 17 Mei
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Foto ilustrasi. /ist BPBD.
Harianjogja.com, JOGJA— Cuaca ekstrem yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada 26–27 Desember 2025 memicu serangkaian bencana hidrometeorologi, mulai dari pohon tumbang, rumah warga rusak, hingga terganggunya akses jalan di sejumlah kabupaten.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat dampak terparah terjadi di Kabupaten Bantul, disusul Gunungkidul dan Kulon Progo, sementara Sleman dan Kota Yogyakarta tidak melaporkan kejadian signifikan.
Kondisi ini dipicu hujan lebat disertai angin kencang, sebagaimana peringatan dini BMKG yang telah disampaikan sejak Jumat hingga Sabtu untuk mengantisipasi potensi bencana cuaca ekstrem di wilayah DIY.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan Bantul menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 88 titik bencana yang tersebar di delapan kapanewon.
“Dampaknya meliputi pohon tumbang, rumah rusak, gangguan listrik, akses jalan terganggu, hingga tanah longsor,” ujarnya, Sabtu.
Di Bantul, tercatat 79 titik pohon tumbang, 39 titik akses jalan terdampak, 25 rumah rusak, 15 gangguan jaringan listrik, delapan titik tanah longsor, serta banjir genangan yang menyebabkan evakuasi warga di Kapanewon Sanden.
Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mencatat tujuh titik kejadian di Kapanewon Tanjungsari, Wonosari, dan Playen. Dampaknya berupa banjir genangan, pohon tumbang, rumah rusak, akses jalan terganggu, hingga 28 kios terdampak. Estimasi kerugian sementara mencapai Rp900.000.
Di Kabupaten Kulon Progo, BPBD mencatat tujuh titik tanah longsor yang berdampak pada lima rumah warga dan dua akses jalan, terutama di wilayah Kokap dan Girimulyo.
Ruruh menyebut penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, PLN, relawan, hingga masyarakat setempat.
“Data yang kami sampaikan masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring asesmen di lapangan,” katanya.
BPBD DIY mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat hujan lebat dan angin kencang masih berpeluang terjadi dan dapat memicu bencana susulan di wilayah rawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : cuaca ekstrem akhir tahun, hujan lebat DIY, bencana alam Jogja, longsor Bantul, BPBD DIY update, berita cuaca Jogja, Harian Jogja
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.