Polisi Ungkap Penganiayaan Remaja di Bantul dari Hasil Rekonstruksi
Polres Bantul gelar rekonstruksi kasus tewasnya remaja 16 tahun. Terungkap 40 adegan kekerasan yang dilakukan para tersangka.
Wisatawan sedang bermain air di pantai Parangtritis Bantul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 belum menunjukkan lonjakan signifikan hingga akhir Desember.
Hingga 27 Desember 2025, total kunjungan baru menyentuh angka puluhan ribu orang, dengan kawasan pantai masih mendominasi pilihan pelancong.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara dari tanggal 21 hingga 27 Desember, total kunjungan mencapai 55.053 orang.
Kawasan pantai tetap menjadi magnet utama pariwisata di Bumi Projotamansari. Destinasi unggulan, Pantai Parangtritis, mencatatkan kunjungan sebanyak 49.423 wisatawan atau hampir 90% dari total kunjungan ke Bantul.
Namun, Markus mengakui perolehan angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada rentang 20–30 Desember 2024, jumlah kunjungan ke Parangtritis mampu mencapai 131.208 orang.
Di sisi lain, terdapat destinasi yang tercatat masih sepi peminat selama masa liburan ini. “Yang paling sepi sementara ini adalah kawasan wisata Goa Cerme,” ungkap Markus, Minggu (28/12/2025).
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Sariyadi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan target khusus baik untuk jumlah kunjungan maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.
“Kami tidak memasang target, kami mengalir saja. Harapannya minimal pencapaian bisa setara dengan tahun lalu,” kata Sariyadi.
Ia mengakui, secara akumulatif tren kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama, mengingat sebagian besar objek wisata di Bantul berbasis wisata alam.
“Kita berharap tidak ada cuaca ekstrem. Wisata kita mayoritas wisata alam, jadi sangat sensitif terhadap cuaca,” jelasnya.
Meski demikian, Dispar Bantul tetap berharap terjadi peningkatan kunjungan selama puncak libur Nataru. Pada periode yang sama tahun lalu, yakni 20 Desember hingga 5 Januari, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul mencapai sekitar 200 ribu orang.
“Tahun kemarin sekitar 200 ribu pengunjung selama masa Nataru. Untuk tahun ini, kita tidak pasang target, tapi kalau bisa mencapai 200 ribu itu sudah lumayan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul gelar rekonstruksi kasus tewasnya remaja 16 tahun. Terungkap 40 adegan kekerasan yang dilakukan para tersangka.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.