Proyek Kereta Gantung Prambanan, Armada dari China Datang 2026

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 30 Desember 2025 20:27 WIB
Proyek Kereta Gantung Prambanan, Armada dari China Datang 2026

Kereta gantung/Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek kereta gantung Prambanan memasuki tahap persiapan armada. Investor memastikan unit kereta gantung akan dikirim dari China pada Januari 2026 sambil menunggu perizinan rampung.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa proses investasi senilai Rp200 miliar tersebut terus berjalan. Sembari menunggu perizinan rampung, pihak investor mulai mempersiapkan pengadaan armada.

“Pemohon sedang mempersiapkan semua perizinan. Informasi yang kami dapat, mereka akan mendatangkan kereta gantung yang dikirim langsung dari Cina pada Januari 2026,” kata Triana saat dihubungi, Selasa (30/12/2025).

Pengajuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) telah dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Saat ini, proses permohonan izin penggunaan tanah kas desa (TKD) di wilayah Bokoharjo dan Sambirejo tengah berjalan, termasuk koordinasi terkait tanah sertifikat hak milik (SHM) perseorangan.

Setelah izin penggunaan TKD dan dokumen lingkungan hidup terbit, investor akan melanjutkan proses dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berperan aktif dalam memeriksa, menilai, hingga menerbitkan PBG tersebut.

Namun, Plt. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman, Rin Andrijani, menyebutkan bahwa hingga kini izin penggunaan TKD belum resmi terbit. “Masih berproses di DIY permohonan izinnya,” jelas Rin.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan komitmennya dalam mendampingi investor agar proses birokrasi berjalan lancar. Pendampingan ini bahkan dilakukan hingga ke tingkat pusat, yakni Kementerian Kebudayaan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Kementerian Kebudayaan memiliki peran krusial karena lokasi pembangunan kereta gantung ini berada di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur-Yogyakarta-Prambanan.

Keberadaan sejumlah situs sejarah seperti Candi Banyunibo, Candi Miri, Candi Ijo, dan Candi Barong menjadi bagian integral yang tetap harus dilindungi dalam rencana pembangunan ini.

“Kami malah disarankan agar kereta gantung ini bisa terintegrasi ke Proyek Strategis Nasional. Daya ungkitnya terhadap ekonomi cukup besar,” ujar Harda beberapa waktu lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online