PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Project Manager ASIK YAKKUM, Siswaningtias Trinugraheni. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Program ASIK (Aksi Sehat Jiwa: Inisiatif dan Kontribusi Anak) digagas Pusat Rehabilitasi YAKKUM bersama CBM Global untuk memperkuat peran anak muda, khususnya usia sekolah, dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental. Program ini menitikberatkan pada penguatan sumber daya anak muda melalui penyadaran kondisi diri, partisipasi bermakna, hingga pembentukan sistem pendukung di lingkungan sekolah.
Project Manager ASIK YAKKUM, Siswaningtias Trinugraheni menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pelatihan semata. Anak muda diajak mengidentifikasi pengalaman, kebutuhan, dan persoalan kesehatan mental yang paling dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Perspektif tersebut kemudian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi masukan nyata bagi layanan kesehatan jiwa.
“ASIK mencoba mengkapasitasi anak muda agar mereka mampu menyuarakan isu terdekat dengan dirinya, termasuk soal kesehatan mental. Dari situ, kami ingin menghubungkan perspektif anak muda dengan layanan, karena sampai sekarang masih banyak yang enggan mengakses layanan kesehatan jiwa,” ujarnya dalam diskusi media Rabu (10/12/2025).
Keengganan tersebut, lanjutnya, tidak hanya datang dari individu anak muda, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti orang tua, teman sebaya, hingga stigma yang masih kuat di masyarakat. Padahal, persoalan kesehatan jiwa seharusnya dipandang setara dengan masalah kesehatan lainnya dan bisa ditangani dengan konsultasi maupun pendampingan profesional.
Program ASIK juga menyoroti belum kuatnya sistem yang menghubungkan sektor pendidikan dan kesehatan dalam isu kesehatan mental. Sekolah dinilai memiliki peran strategis karena sering menjadi ruang aman bagi remaja, terutama ketika mereka tidak merasa nyaman di rumah. Namun, tidak semua sekolah terbuka dan siap merespons persoalan kesehatan jiwa, termasuk kasus perundungan yang masih kerap terjadi.
“Harapannya sekolah bisa menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tidak menghakimi. Teman-teman di sekitar juga diharapkan bisa lebih menerima, sehingga anak muda tidak menunggu sampai kondisinya memburuk baru mendapatkan bantuan,” katanya.
Melalui Program ASIK, diharapkan semakin banyak anak muda yang tergerak untuk menyadari kondisi dirinya, saling mendukung, serta berani datang ke layanan kesehatan jiwa. Upaya ini sekaligus menjadi langkah awal membangun sistem yang lebih inklusif dan responsif terhadap isu kesehatan mental di kalangan pelajar dan remaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.