Advertisement
Pemkot Jogja Terus Cegah Gangguan Kesehatan Mental
Ilustrasi kesehatan jiwa - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus berupaya membangun kesadaran dan mencegah gangguan kesehatan mental atau jiwa. Sebab, sejauh ini prevalensi penderita gangguan jiwa di Kota Jogja terbilang tinggi, sehingga dibutuhkan pecegahan gangguan jiwa sejak dini, salah satunya adalah pembentukan sekolah sehat jiwa.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Hasyim menyampaikan, saat ini ada 12 sekolah sehat jiwa. Ke dua belas sehat jiwa tersebut adalah SMPN 3 Kota Jogja, SMPN 7 Kota Jogja, SMP Bopkri 3 Kota Jogja, SMP Taman Dewasa Jetis, SMPN 5 Kota Jogja, SMPN 16 Kota Jogja, SMP Muhammadiyah 2 Kota Jogja dan SMP IT Masjid Syuhada Kota Jogja. Lalu ada SMPN 1 Kota Jogja, SMPN 12 Kota Jogja, SMP Kanisius Gayam dan SMP IT Abu Bakar.
Advertisement
"Dan, semua sejauh ini sudah jalan. Bahkan, sudah dilakukan monitoring dan evaluasi bersama dengan Dinkes," katanya, Minggu (20/4/2025).
BACA JUGA: Gangguan Jiwa Jadi Perhatian Khusus di Jogja
Terkait kelemahan dan yang harus diperbaiki, Hasyim enggan banyak mengungkapkan. Begitu juga terkait, rencana penambahan pembentukan sekolah sehat jiwa pada tahun depan. "Sebab itu kan programnya Dinkes. Kami menunggu koordinasinya nanti," jelasnya.
Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Iva Kusdyarini menuturkan pembentukan sekolah sehat jiwa adalah salah satu upaya menekan prevalensi penderita gangguan jiwa sejak dini di sektor pendidikan. Selain itu, pembentukan sekolah sehat jiwa adalah tindak lanjut dari Perwal nomor 80 tahun 2024 tentang upaya kesehatan jiwa.
"Untuk tujuan pembentukan sekolah sehat jiwa untuk menciptakan lingkungan sekolah sehat nyaman dan aman buat siswa dan semua yang ada di lingkungan sekolah," katanya.
Ia menjelaskan kiteria pembentukan sekolah sehat jiwa antar lain pihak sekolah bersedia dan mampu melaksanakan upaya kesehatan jiwa di sekolah. Adapun kegiatan sekolah sehat jiwa itu sinergi dengan upaya kesehatan di sekolah.
"Salah satu upayanya untuk mencegah permasalahan kesehatan jiwa di sekolah seperti bullying, pengaruh stres belajar dan hubungan antar teman," jelasnya.
Terpisah, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dalam beberapa kesempatan terus menekankan tentang kesehatan mental bagi remaja. Menurutnya masalah kesehatan mental merupakan salah satu faktor risiko yang berkontribusi besar terhadap kekerasan yang terjadi pada remaja.
"Pendidikan karakter pada anak harus sesuai dengan zamanya, harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan anak setempat sehingga lebih efektif," kata Hasto saat di Mantrijeron, Jumat (18/4/2025) lalu.
Hasto juga menegaskankarakter anak saat ini sangat berbeda. Dimana tantangan di era digital ini sangat besar pengaruhnya. Sehingga, pengajar dan orangtua harus membekali anaknya ilmu agama yang kuat. "Agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Anggota TNI Ditetapkan Tersangka Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
- Diduga Lalai Saat Memasak, Rumah di Argorejo Ludes Terbakar
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 31 Maret 2026
- Cuaca DIY, Selasa 31 Maret 2026: Semua Wilayah Diguyur Hujan Ringan
Advertisement
Advertisement








