345 Keluarga Miskin Ekstrem Bantul Dibekali Modal Usaha dan Pelatihan
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
VL pelaku pencurian celana dalam wanita setiap malam jumat. Dok Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL— Seorang pemuda di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, terungkap memiliki kebiasaan tidak lazim dengan mencuri celana dalam milik warga, khususnya perempuan. Aksi tersebut diketahui kerap dilakukan setiap malam Jumat dan sempat viral di media sosial.
Kasus pencurian celana dalam itu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Dlingo.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan penyelesaian perkara dilakukan pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Mapolsek Dlingo. Proses tersebut dilakukan menyusul laporan warga terkait maraknya pencurian celana dalam di wilayah Kapingan RT 02, Kalurahan Temuwuh.
“Peristiwa ini sudah sering terjadi dan berulang setiap malam Jumat. Korban kemudian berinisiatif memasang CCTV untuk mengetahui pelaku,” kata Rita, Minggu (4/1/2026).
Korban dalam kasus ini adalah FNU (25) dan LW (39), keduanya ibu rumah tangga warga Kapingan RT 02 Temuwuh, serta HP (30), warga setempat. Akibat aksi tersebut, sejumlah barang dilaporkan hilang, yakni 10 potong celana dalam wanita, delapan buah bra, serta lima potong celana dalam pria.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui berinisial VL (18), seorang warga Terong, Dlingo. Pelaku baru lulus SMK dan saat ini bekerja di sektor swasta.
Rita menjelaskan, aksi pencurian terakhir terjadi pada Jumat dini hari. Saat itu, pelaku berangkat dari rumah menuju sebuah angkringan di wilayah Kapingan sekitar pukul 00.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah marun bernomor polisi AB 3641 IB.
“Sekitar pukul 01.00 WIB, saat perjalanan pulang, pelaku berhenti di salah satu rumah warga di Dusun Kapingan dan mengambil empat potong celana dalam wanita,” jelasnya.
Aksi tersebut terekam kamera CCTV milik korban. Dari rekaman itu, identitas pelaku berhasil diketahui. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan pelaku, empat potong celana dalam wanita berbagai warna, serta rekaman CCTV.
Dalam proses penyelesaian perkara, turut dihadirkan sejumlah saksi, di antaranya Dukuh Kapingan Agus Sunarya, Dukuh Terong Sutoyo, Jogoboyo Temuwuh Nurrohman, serta perwakilan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Temuwuh, Tujiran.
“Setelah dilakukan musyawarah, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Pelaku mengakui perbuatannya dan korban bersedia memaafkan,” ujar Rita.
Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di Mapolsek Dlingo tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun dan disaksikan seluruh pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.