Kekeringan Mulai Melanda Bantul, Warga Dlingo Butuh Pasokan Air Bersih
Kekeringan di Bantul mulai berdampak pada warga Dlingo. BPBD menyalurkan bantuan air bersih untuk 210 jiwa dan siapkan antisipasi kemarau.
Sejumlah karya lukisan yang dipamerkan dalam agenda bertajuk Art Care for Sumatra, Sabtu (10/1/2026) di Kiniko Art, Kasihan, Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL—Gelombang bencana banjir dan kerusakan ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra mendorong komunitas seni dan budaya di Bantul untuk turun tangan. Melalui kegiatan bertajuk Art Care for Sumatra, para seniman menggalang donasi sekaligus membangun solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana.
Koordinator acara, Nunung Prasetyo mengatakan, bencana yang terjadi tidak hanya merusak ruang hidup, tetapi juga mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat. Berbagai gambar dan kisah yang beredar luas di media memunculkan rasa marah, sedih, sekaligus ketidakberdayaan sebagai sesama manusia dan sebangsa.
“Di tengah keterbatasan respons, muncul pertanyaan mendasar, apakah kita akan tinggal diam. Hilangnya nilai kemanusiaan, rusaknya peradaban akibat kerakusan, serta kebijakan yang sering berpihak pada kepentingan sempit mendorong kami, komunitas seni dan budaya, untuk bersuara,” ujar Nunung, Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan, Art Care for Sumatra dihadirkan sebagai respons kolektif dari para perupa, institusi, dan ruang seni yang berangkat dari kepedulian tersebut. Pameran ini diinisiasi oleh Bonnie Hermansyah (Jala), Digie Sigit (Graphic Victims), Jefri Chaniago (Kiniko), Nunung Prasetyo (Saka Tembi), Jumadi Alfi (Sarang), dan Gusmen Heriadi (Ruang Dalam).
Inisiatif tersebut melibatkan perupa dan penggiat seni lintas disiplin, mulai dari seni rupa, musik, film, hingga kuliner. Melalui pendekatan seni, mereka berupaya menyampaikan kebenaran, membangun kesadaran publik, sekaligus menghadirkan harapan bagi Sumatra.
Rangkaian Art Care for Sumatra yang dipusatkan di Kiniko Art, Kasihan, Bantul meliputi pembukaan pameran pada Sabtu 10 Januari 2026, dilanjutkan pameran seni rupa pada 10–17 Januari 2026 pukul 11.00–17.00 WIB. Selain itu, terdapat aktivasi seni dan budaya pada 11–16 Januari 2026 dengan waktu pelaksanaan yang bervariasi, serta penampilan penutup pada 17 Januari 2026 pukul 16.00–22.00 WIB.
Tak hanya pameran seni rupa, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar, pertunjukan seni, pemutaran film, dan penampilan musik. Seluruh rangkaian acara tersebut menjadi ruang penggalangan dana sekaligus wujud solidaritas dari rakyat untuk rakyat.
“Ini adalah ajakan untuk bersuara, bergerak, dan merawat harapan melalui seni dan budaya,” kata Nunung. Melalui Art Care for Sumatra, para seniman Bantul berharap kepedulian kolektif dapat tumbuh dan membantu mewujudkan kehidupan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Bantul mulai berdampak pada warga Dlingo. BPBD menyalurkan bantuan air bersih untuk 210 jiwa dan siapkan antisipasi kemarau.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.
Pemilih logo HUT RI Ke-81 mencapai 42.151 orang. Pemerintah mengajak masyarakat terus berpartisipasi hingga polling berakhir.