Turnamen 9-Ball Rex Biliar Sleman Jadi Pemanasan Menuju Porda 2027
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.
Sejumlah karya lukisan yang dipamerkan dalam agenda bertajuk Art Care for Sumatra, Sabtu (10/1/2026) di Kiniko Art, Kasihan, Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL—Gelombang bencana banjir dan kerusakan ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra mendorong komunitas seni dan budaya di Bantul untuk turun tangan. Melalui kegiatan bertajuk Art Care for Sumatra, para seniman menggalang donasi sekaligus membangun solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana.
Koordinator acara, Nunung Prasetyo mengatakan, bencana yang terjadi tidak hanya merusak ruang hidup, tetapi juga mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat. Berbagai gambar dan kisah yang beredar luas di media memunculkan rasa marah, sedih, sekaligus ketidakberdayaan sebagai sesama manusia dan sebangsa.
“Di tengah keterbatasan respons, muncul pertanyaan mendasar, apakah kita akan tinggal diam. Hilangnya nilai kemanusiaan, rusaknya peradaban akibat kerakusan, serta kebijakan yang sering berpihak pada kepentingan sempit mendorong kami, komunitas seni dan budaya, untuk bersuara,” ujar Nunung, Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan, Art Care for Sumatra dihadirkan sebagai respons kolektif dari para perupa, institusi, dan ruang seni yang berangkat dari kepedulian tersebut. Pameran ini diinisiasi oleh Bonnie Hermansyah (Jala), Digie Sigit (Graphic Victims), Jefri Chaniago (Kiniko), Nunung Prasetyo (Saka Tembi), Jumadi Alfi (Sarang), dan Gusmen Heriadi (Ruang Dalam).
Inisiatif tersebut melibatkan perupa dan penggiat seni lintas disiplin, mulai dari seni rupa, musik, film, hingga kuliner. Melalui pendekatan seni, mereka berupaya menyampaikan kebenaran, membangun kesadaran publik, sekaligus menghadirkan harapan bagi Sumatra.
Rangkaian Art Care for Sumatra yang dipusatkan di Kiniko Art, Kasihan, Bantul meliputi pembukaan pameran pada Sabtu 10 Januari 2026, dilanjutkan pameran seni rupa pada 10–17 Januari 2026 pukul 11.00–17.00 WIB. Selain itu, terdapat aktivasi seni dan budaya pada 11–16 Januari 2026 dengan waktu pelaksanaan yang bervariasi, serta penampilan penutup pada 17 Januari 2026 pukul 16.00–22.00 WIB.
Tak hanya pameran seni rupa, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar, pertunjukan seni, pemutaran film, dan penampilan musik. Seluruh rangkaian acara tersebut menjadi ruang penggalangan dana sekaligus wujud solidaritas dari rakyat untuk rakyat.
“Ini adalah ajakan untuk bersuara, bergerak, dan merawat harapan melalui seni dan budaya,” kata Nunung. Melalui Art Care for Sumatra, para seniman Bantul berharap kepedulian kolektif dapat tumbuh dan membantu mewujudkan kehidupan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.
Jadwal KRL Solo-Jogja 27 Oktober 2026 tersedia dalam 12 keberangkatan dari Palur. Cek jam kereta di setiap stasiun menuju Jogja.
TPST Donokerto di Sleman diverifikasi tim juri nasional setelah masuk enam besar seleksi penghargaan Hari Habitat Dunia berkat pengelolaan sampahnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.