KPK Sita Uang Rp4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong
Amblesan tanah terjadi di rumah warga Girikarto, Panggang. BPBD DIY menyiapkan uji geolistrik untuk mengukur risiko dan keselamatan hunian. /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD DIY menindaklanjuti temuan amblesan tanah yang terjadi di dalam rumah warga di Kelurahan Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, dengan menyiapkan uji geolistrik untuk memetakan struktur tanah di bawah permukiman.
Hasil uji geolistrik akan menentukan apakah amblesan tersebut berisiko tinggi bagi keselamatan warga. Jika dinilai membahayakan, langkah antisipasi akan dilakukan bersama BPBD Kabupaten Gunungkidul.
Wilayah Panggang diketahui memiliki riwayat kejadian serupa. Kondisi geologi karst dengan banyak rongga bawah tanah membuat kawasan ini memerlukan pemantauan berkelanjutan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyebut amblesan yang ditemukan pada Rabu (7/1) telah ditindaklanjuti dengan asesmen lapangan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusdalops BPBD DIY.
"Dengan uji geolistrik kan kita bisa memastikan rongganya itu kedalamannya berapa, kemudian lebarnya berapa," ujar Ruruh, Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, hasil uji geolistrik nantinya akan menjadi dasar menentukan langkah antisipasi lanjutan terkait amblesan yang terjadi di dalam rumah warga.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait pelaksanaan uji geolistrik tersebut.
"Kalau memang kemudian membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, ya kita akan melakukan antisipasi bersama-sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul," kata dia.
Pelaksanaan uji geolistrik di lokasi amblesan di Panggang, kata Ruruh, direncanakan dalam beberapa minggu ke depan seiring persiapan peralatan dan koordinasi teknis.
Wilayah Gunungkidul memiliki karakteristik aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua yang menjadikan kawasan tersebut rawan amblesan. Kondisi tersebut membutuhkan teknologi khusus untuk mendeteksi struktur tanah di bawah permukaan.
"Kalau Gunungkidul kan tipikalnya di bawah tanah itu ada aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua. Nah, itu yang kemudian diperlukan teknologi yang tinggi untuk mendeteksi kedalaman dan lebarnya seperti apa," ujarnya.
Amblesan tanah di Girikarto bukan kejadian yang berdiri sendiri sebab wilayah tersebut pernah mengalami kejadian serupa. Oleh karena itu ia mengatakan pemetaan struktur bawah tanah penting untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan.
"Di situ kan memang sebenarnya sudah sering terjadi semacam amblesan. Nah, ini yang kemudian perlu dipastikan dengan teknologi, supaya bisa diketahui tingkat bahayanya," kata Ruruh.
Langkah cepat BPBD DIY diharapkan mampu memberikan kepastian keamanan hunian warga sekaligus memperkuat mitigasi bencana geologi di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.