Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Foto ilustrasi talud ambrol, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bantul menyebabkan talud rumah warga di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, ambrol dan mengancam bangunan di atasnya pada Jumat malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Peristiwa talud ambrol di Bantul itu terjadi di Seropan 3 RT 07 dengan kondisi bangket yang sebelumnya telah diperkuat beton mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi serta tanah yang labil. Kejadian dilaporkan berlangsung sekitar pukul 20.15 WIB pada Jumat, (27/2/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menjelaskan talud yang longsor memiliki panjang sekitar 22 meter, lebar empat meter, dan tinggi enam meter sehingga berpotensi membahayakan bangunan rumah di atasnya.
“Penyebabnya hujan dengan intensitas lebat dan kondisi tanah yang labil, kejadian pada pukul 20.15 WIB,” ujarnya, Sabtu, (28/2/2026).
Menurut Antoni, satu kepala keluarga yang terdiri atas tiga jiwa penghuni rumah tersebut dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, struktur bangket pondasi dan konstruksi penahan tanah mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp6 juta.
Seusai kejadian, anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Muntuk segera melaporkan peristiwa tersebut kepada BPBD Bantul untuk penanganan lebih lanjut. Petugas gabungan bersama relawan kemudian melakukan upaya penanganan sementara guna mencegah potensi longsor susulan di lokasi.
Antoni menambahkan kebutuhan mendesak saat ini berupa terpal untuk penutup darurat serta pembangunan ulang bangket agar risiko longsor lanjutan dapat ditekan, terutama karena kondisi tanah masih rentan akibat hujan lebat yang mengguyur Bantul dan sekitarnya.
"Kami imbau masyarakat untuk senantiasa waspada dengan potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung sampai awal Maret mendatang," pungkas dia.
BPBD Bantul juga mengingatkan warga di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem, termasuk memantau kondisi tanah di sekitar rumah guna mengantisipasi kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan maupun bangunan tempat tinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.