Struktur Diduga Cagar Budaya Ditemukan di PG Gesikan Bantul
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Foto ilustrasi talud ambrol, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bantul menyebabkan talud rumah warga di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, ambrol dan mengancam bangunan di atasnya pada Jumat malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Peristiwa talud ambrol di Bantul itu terjadi di Seropan 3 RT 07 dengan kondisi bangket yang sebelumnya telah diperkuat beton mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi serta tanah yang labil. Kejadian dilaporkan berlangsung sekitar pukul 20.15 WIB pada Jumat, (27/2/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menjelaskan talud yang longsor memiliki panjang sekitar 22 meter, lebar empat meter, dan tinggi enam meter sehingga berpotensi membahayakan bangunan rumah di atasnya.
“Penyebabnya hujan dengan intensitas lebat dan kondisi tanah yang labil, kejadian pada pukul 20.15 WIB,” ujarnya, Sabtu, (28/2/2026).
Menurut Antoni, satu kepala keluarga yang terdiri atas tiga jiwa penghuni rumah tersebut dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, struktur bangket pondasi dan konstruksi penahan tanah mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp6 juta.
Seusai kejadian, anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Muntuk segera melaporkan peristiwa tersebut kepada BPBD Bantul untuk penanganan lebih lanjut. Petugas gabungan bersama relawan kemudian melakukan upaya penanganan sementara guna mencegah potensi longsor susulan di lokasi.
Antoni menambahkan kebutuhan mendesak saat ini berupa terpal untuk penutup darurat serta pembangunan ulang bangket agar risiko longsor lanjutan dapat ditekan, terutama karena kondisi tanah masih rentan akibat hujan lebat yang mengguyur Bantul dan sekitarnya.
"Kami imbau masyarakat untuk senantiasa waspada dengan potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung sampai awal Maret mendatang," pungkas dia.
BPBD Bantul juga mengingatkan warga di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem, termasuk memantau kondisi tanah di sekitar rumah guna mengantisipasi kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan maupun bangunan tempat tinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.