200 Guru DIY Belajar AI, Siap Manfaatkan Copilot untuk Pembelajaran
Sebanyak 200 guru DIY mengikuti pelatihan AI dari Microsoft Elevate untuk mendukung pembelajaran, penilaian siswa, dan efisiensi administrasi.
Foto ilustrasi talud ambrol, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bantul menyebabkan talud rumah warga di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, ambrol dan mengancam bangunan di atasnya pada Jumat malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Peristiwa talud ambrol di Bantul itu terjadi di Seropan 3 RT 07 dengan kondisi bangket yang sebelumnya telah diperkuat beton mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi serta tanah yang labil. Kejadian dilaporkan berlangsung sekitar pukul 20.15 WIB pada Jumat, (27/2/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menjelaskan talud yang longsor memiliki panjang sekitar 22 meter, lebar empat meter, dan tinggi enam meter sehingga berpotensi membahayakan bangunan rumah di atasnya.
“Penyebabnya hujan dengan intensitas lebat dan kondisi tanah yang labil, kejadian pada pukul 20.15 WIB,” ujarnya, Sabtu, (28/2/2026).
Menurut Antoni, satu kepala keluarga yang terdiri atas tiga jiwa penghuni rumah tersebut dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, struktur bangket pondasi dan konstruksi penahan tanah mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp6 juta.
Seusai kejadian, anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Muntuk segera melaporkan peristiwa tersebut kepada BPBD Bantul untuk penanganan lebih lanjut. Petugas gabungan bersama relawan kemudian melakukan upaya penanganan sementara guna mencegah potensi longsor susulan di lokasi.
Antoni menambahkan kebutuhan mendesak saat ini berupa terpal untuk penutup darurat serta pembangunan ulang bangket agar risiko longsor lanjutan dapat ditekan, terutama karena kondisi tanah masih rentan akibat hujan lebat yang mengguyur Bantul dan sekitarnya.
"Kami imbau masyarakat untuk senantiasa waspada dengan potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung sampai awal Maret mendatang," pungkas dia.
BPBD Bantul juga mengingatkan warga di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem, termasuk memantau kondisi tanah di sekitar rumah guna mengantisipasi kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan maupun bangunan tempat tinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 200 guru DIY mengikuti pelatihan AI dari Microsoft Elevate untuk mendukung pembelajaran, penilaian siswa, dan efisiensi administrasi.
MK target putusan gugatan MBG pada Juli 2026. Sidang dipercepat, jumlah ahli dibatasi demi efisiensi waktu persidangan.
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
Harga emas Pegadaian hari ini 16 Juni 2026 naik. Antam Rp2,83 juta/gram, UBS dan Galeri24 ikut menguat. Simak daftar lengkapnya.
Harga pangan terbaru 16 Juni 2026: cabai rawit tembus Rp75.750/kg, telur Rp30.350/kg. Simak daftar lengkap harga beras, daging, dan minyak.
BGN larang pegawai punya dapur MBG untuk cegah konflik kepentingan. Program difokuskan pada penerima manfaat dan transparansi.