Belanja Pegawai Gunungkidul di Atas Batas, Ini Strategi Dewan
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Foto ilustrasi talud ambrol, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bantul menyebabkan talud rumah warga di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, ambrol dan mengancam bangunan di atasnya pada Jumat malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Peristiwa talud ambrol di Bantul itu terjadi di Seropan 3 RT 07 dengan kondisi bangket yang sebelumnya telah diperkuat beton mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi serta tanah yang labil. Kejadian dilaporkan berlangsung sekitar pukul 20.15 WIB pada Jumat, (27/2/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menjelaskan talud yang longsor memiliki panjang sekitar 22 meter, lebar empat meter, dan tinggi enam meter sehingga berpotensi membahayakan bangunan rumah di atasnya.
“Penyebabnya hujan dengan intensitas lebat dan kondisi tanah yang labil, kejadian pada pukul 20.15 WIB,” ujarnya, Sabtu, (28/2/2026).
Menurut Antoni, satu kepala keluarga yang terdiri atas tiga jiwa penghuni rumah tersebut dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, struktur bangket pondasi dan konstruksi penahan tanah mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp6 juta.
Seusai kejadian, anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Muntuk segera melaporkan peristiwa tersebut kepada BPBD Bantul untuk penanganan lebih lanjut. Petugas gabungan bersama relawan kemudian melakukan upaya penanganan sementara guna mencegah potensi longsor susulan di lokasi.
Antoni menambahkan kebutuhan mendesak saat ini berupa terpal untuk penutup darurat serta pembangunan ulang bangket agar risiko longsor lanjutan dapat ditekan, terutama karena kondisi tanah masih rentan akibat hujan lebat yang mengguyur Bantul dan sekitarnya.
"Kami imbau masyarakat untuk senantiasa waspada dengan potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung sampai awal Maret mendatang," pungkas dia.
BPBD Bantul juga mengingatkan warga di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem, termasuk memantau kondisi tanah di sekitar rumah guna mengantisipasi kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan maupun bangunan tempat tinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.