Ini Penerima Ganti Rugi Tol Jogja-YIA Tertinggi Rp7,1 M di Kulonprogo
Warga Karangsari Kulonprogo menerima ganti rugi Tol Jogja-YIA hingga Rp7,1 miliar. Total pencairan mencapai Rp85,2 miliar.
Ilustrasi kemiskinan./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menargetkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan pada 2026. Persentase kemiskinan ditargetkan berada pada kisaran 13,69% hingga 14,69%, menurun dari posisi sebelumnya yang masih bertahan di angka 15%.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulonprogo telah menyiapkan sejumlah langkah dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 untuk mendorong percepatan penurunan kemiskinan. Seluruh program dilakukan secara terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Tiga upaya besar yang dilakukan adalah menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” ujar Sekretaris Bapperida Kulonprogo, Cicilia Susy Setyo Cahyani, Jumat (16/1/2026).
Menurut Cicilia, penurunan beban pengeluaran dilakukan melalui berbagai program perlindungan sosial, bantuan sosial, dan skema jaminan sosial. Sementara peningkatan pendapatan masyarakat ditempuh lewat pemberdayaan ekonomi, peningkatan produktivitas, perluasan akses keuangan, pelatihan keterampilan, penguatan potensi lokal, serta akses modal, asuransi, dan informasi pasar.
Untuk mengurangi kantong kemiskinan, pemerintah daerah fokus meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi layak, rumah layak huni, sumber penerangan, layanan air minum, serta perbaikan jalan dan jembatan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
“Setiap langkah sudah ada OPD yang bertanggung jawab,” lanjutnya.
Cicilia menyebut pada 2024 angka kemiskinan Kulonprogo berada di level 15,62%. Adapun target 2025 dipatok pada rentang 14,12% hingga 15,12%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo, angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 14,53%, dari sebelumnya 15,62% pada 2024. Pelaksana Tugas Kepala BPS Kulonprogo, Sudiyana, mencatat penurunan itu mencapai 1,09 poin persentase.
Penurunan pada 2025 tersebut menjadi yang terbesar dibanding kabupaten/kota lain di DIY. Sudiyana menjelaskan tren penurunan kemiskinan pascapandemi menunjukkan pemulihan ekonomi yang stabil, meski sempat tercatat ada satu kali kenaikan.
Pada 2021 jumlah penduduk miskin mencapai 81,14 ribu jiwa. Angka itu berkurang menjadi 73,21 ribu jiwa pada 2022, lalu kembali menurun ke 70,74 ribu jiwa pada 2023. Jumlah tersebut sempat naik menjadi 71,48 ribu jiwa pada 2024, sebelum turun cukup signifikan pada 2025 menjadi 67,25 ribu jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Karangsari Kulonprogo menerima ganti rugi Tol Jogja-YIA hingga Rp7,1 miliar. Total pencairan mencapai Rp85,2 miliar.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.