Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Ilustrasi beras - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya pengentasan kemiskinan di Bantul terus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga rentan. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul menyiapkan bantuan pangan melalui program Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) bagi 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan skema bantuan sembako berbasis warung tetangga.
Kepala Seksi Pengelolaan Bansos dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul, Jazim Ahmadi, menyebutkan bahwa program ini menjadi salah satu prioritas daerah dalam menekan angka kemiskinan.
“Bantuan pangan ini menjadi salah satu program prioritas pengentasan kemiskinan di Bantul. Kalau tahun 2025 kita berikan untuk 1.153 KPM, tahun ini akan diberikan untuk 1.000 KPM,” kata Jazim di Bantul, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, bansos Sambung Pangan Bantul merupakan bantuan kebutuhan pokok atau sembako bagi keluarga miskin yang disalurkan melalui warung tetangga yang bekerja sama dengan lembaga perbankan yang ditunjuk pemerintah. Skema ini membuat penerima tidak mendapatkan uang tunai secara langsung.
“Jadi masyarakat atau KPM tidak menerima uang tunai, tetapi mereka dibantu oleh pemerintah melalui warung tetangga yang sudah ditunjuk bank. Jenisnya ada daging, buah, ikan, beras, dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut Jazim, jumlah penerima bantuan pangan pada 2026 menurun dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya penajaman sasaran. Program ini kini difokuskan pada warga miskin yang benar-benar belum pernah menerima bantuan sejenis.
“Kalau yang kemarin kita sasar kemiskinan ekstrem. Kalau kemiskinan ekstrem itu tidak memandang dia sudah menerima bansos atau belum. Jadi, tahun ini diberikan salah satunya kepada orang miskin yang betul-betul belum menerima bantuan sejenis ini,” katanya.
Setiap KPM dalam program Sapa Bantul akan menerima bantuan sembako senilai Rp200.000 per bulan. Pada 2026, bantuan tersebut dialokasikan selama enam bulan untuk 1.000 KPM.
“Total anggaran untuk program Sapa Pangan tahun ini sekitar Rp1,2 miliar. Kalau yang bantuan dari pusat juga ada, namun kita tidak bisa menjabarkan, karena satu penerima variatif, tergantung komponen yang ada pada KPM,” katanya.
Skema bantuan pangan melalui warung tetangga ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya beli keluarga miskin, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, karena distribusi sembako dilakukan langsung di lingkungan tempat tinggal penerima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.