Pengangguran DIY Naik Jadi 70.560 Orang, Ini Penyebab Menurut BPS
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono (tengah), dalam acara Media Gathering di Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Pabean B Yogyakarta, Selasa (20/1/2025). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Layanan haji perdana melalui Yogyakarta International Airport (YIA) pada 2026 mendapat perhatian khusus dari Bea Cukai Yogyakarta. Untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan dan kepulangan jemaah, instansi tersebut membentuk tim khusus dengan pengawasan terfokus pada barang bawaan sesuai ketentuan internasional.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono, mengungkapkan pada penyelenggaraan haji tahun pertama melalui YIA ini akan diberangkatkan sebanyak 27 kelompok terbang (kloter) dengan total 9.641 jemaah. Proses keberangkatan dan kepulangan masing-masing diperkirakan berlangsung selama satu bulan.
Ia menjelaskan, Bea Cukai Yogyakarta telah menjalin koordinasi lintas instansi, mulai dari Angkasa Pura, Kementerian Haji dan Umrah, hingga pihak terkait lainnya. Dalam pelaksanaan di lapangan, Bea Cukai akan berfokus pada pengawasan barang bawaan jemaah, khususnya terkait jenis barang yang dilarang maupun diperbolehkan sesuai regulasi negara tujuan.
“Kami ingin memastikan jemaah tidak membawa barang yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di negara tujuan. Karena itu, pengawasan menjadi sangat penting,” ujar Imam Sarjono dalam kegiatan Media Gathering di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Yogyakarta, Selasa (20/1/2026).
Untuk mendukung pengawasan tersebut, Bea Cukai Yogyakarta menyiagakan 36 petugas yang akan bertugas penuh selama tiga bulan. Penugasan ini menjadi salah satu prioritas layanan Bea Cukai Yogyakarta dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji melalui YIA.
Imam menambahkan, ketersediaan fasilitas X-ray dari Angkasa Pura menjadi krusial mengingat pemeriksaan barang bawaan tidak memungkinkan dilakukan secara manual satu per satu. Ia pun meminta seluruh jajaran bekerja secara cermat dan bijak agar pengawasan berjalan optimal tanpa menghambat arus layanan jemaah.
Menurutnya, pengawasan juga harus disesuaikan dengan jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, Bea Cukai Yogyakarta akan memetakan titik-titik risiko untuk memastikan pengawasan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesan sebagai hambatan, terlebih karena layanan ini merupakan yang pertama di YIA.
“Justru pengawasan yang lebih utama bagi kami adalah saat kepulangan jemaah. Itu berkaitan dengan barang-barang yang dilarang masuk ke Indonesia. Namun, sekali lagi pengawasan harus dilakukan secara cerdas agar tidak mengganggu pelayanan haji,” katanya.
Sebagai bagian dari persiapan, Bea Cukai Yogyakarta merencanakan simulasi layanan haji pada 26 Januari 2026. Simulasi tersebut diusulkan melibatkan calon jemaah, mulai dari proses turun dari bus, penempatan koper, keberangkatan pesawat, hingga alur kepulangan.
Selain kesiapan teknis, Bea Cukai Yogyakarta juga menyiapkan langkah sosialisasi kepada jemaah melalui penyusunan buku saku. Materi sosialisasi telah disiapkan dan akan dibahas bersama instansi terkait, seperti karantina, imigrasi, serta Kementerian Haji.
Tak hanya itu, Bea Cukai Yogyakarta juga berencana memproduksi video pendek sebagai media edukasi. Mengingat sebagian besar jemaah telah menggunakan gawai, video tersebut diharapkan dapat ditayangkan di hotel-hotel agar jemaah lebih memahami ketentuan barang bawaan sebelum berangkat.
“Harapannya, nanti ada satu buku panduan bersama yang bisa dibawa jemaah sebagai pegangan, ringkas, informatif, dan tidak memberatkan,” ujar Imam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Kawasan olahraga Cangkring mulai ditata jelang Porda DIY 2027. DPRD Kulonprogo meminta persiapan dilakukan matang, termasuk UMKM dan penginapan.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.