DPRD DIY Bentuk Pansus Kesehatan Jiwa, Cegah Pasung dan Bunuh Diri
DPRD DIY membentuk Pansus Perda Kesehatan Jiwa untuk memperkuat edukasi, mencegah pasung dan bunuh diri, serta meningkatkan layanan.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— DPRD DIY mendorong perluasan kerja sama program beasiswa pendidikan tinggi berbasis dana keistimewaan (Danais) dengan lebih banyak perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses kuliah bagi lulusan SMA dan SMK asal DIY, khususnya dari keluarga kurang mampu.
Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu mengatakan, saat ini program beasiswa Danais yang dikenal dengan Kuliah Keistimewaan masih bekerja sama dengan dua perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gunungkidul (UGK). Padahal, jumlah perguruan tinggi di DIY mencapai lebih dari 100 institusi.
“Kita berupaya menambah slot dana keistimewaan lagi melalui program Kuliah Keistimewaan. Harapan kami, dari sekitar 106 perguruan tinggi di DIY, semuanya bisa MoU agar ada pilihan yang lebih luas. Kalau tidak diterima di UNY, masih ada alternatif kampus lain,” ujar Dwi, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, perluasan mitra kampus menjadi solusi atas rendahnya angka partisipasi lulusan SMA dan SMK asal DIY yang melanjutkan pendidikan tinggi di wilayah sendiri. Saat ini, tingkat partisipasi tersebut masih tergolong rendah.
“Ini untuk menjawab fakta bahwa partisipasi anak lulusan SMA/SMK asal DIY yang melanjutkan kuliah di DIY masih sekitar 15 persen,” katanya.
Program beasiswa Danais ini ditujukan bagi warga ber-KTP DIY, khususnya dari keluarga tidak mampu. Skema pembiayaan bersifat penuh hingga mahasiswa menyelesaikan studi, dengan masa studi maksimal delapan semester.
Adapun komponen biaya yang ditanggung meliputi uang pendaftaran, SPP, KKN, tugas akhir, wisuda, hingga biaya praktikum sesuai kebutuhan program studi di perguruan tinggi mitra.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suhirman menjelaskan beasiswa pendidikan tinggi berbasis Danais tersebut menyasar lulusan SMA yang dinilai memiliki keterbatasan ekonomi. Saat ini, tujuan studi masih difokuskan di UNY dan UGK dengan beragam pilihan program studi.
“Beasiswa ini digunakan untuk mereka yang dari SMA menuju mahasiswa dan kami pandang masih kurang mampu secara ekonomi,” jelasnya.
Ia berharap, melalui beasiswa pendidikan tinggi istimewa ini, semakin banyak generasi muda DIY dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
“Mudah-mudahan dengan beasiswa pendidikan tinggi ini, ke depan semakin banyak mahasiswa yang tidak terhalangi oleh biaya kuliah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY membentuk Pansus Perda Kesehatan Jiwa untuk memperkuat edukasi, mencegah pasung dan bunuh diri, serta meningkatkan layanan.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.