Polisi Buru Pengemudi Misterius Pemicu Kecelakaan Maut di Monjali
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Potret pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman dari atas./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN — Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman terus dikebut pada awal 2026 dengan capaian progres yang sudah mendekati tahap akhir. Hingga kini, pengerjaan jalan bebas hambatan tersebut telah menembus angka 78 persen.
Percepatan pembangunan dilakukan untuk mengejar target penyelesaian sekaligus mengoptimalkan konektivitas antara wilayah Sleman dan Solo.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyampaikan secara umum progres konstruksi telah mencapai lebih dari tiga perempat pengerjaan.
“Iya, secara umum progresnya sudah 78 persen,” kata Agung, Minggu (25/1/2026).
Ruas Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 membentang dari Simpang Empat Kronggagan, Trihanggo, hingga Junction Sleman di wilayah Tirtoadi. Jalur ini dibangun dengan kombinasi konstruksi elevated atau melayang serta at grade.
Di kawasan Ring Road Kronggahan, pembangunan dilakukan menggunakan konstruksi elevated. Sementara itu, pada area permukiman Trihanggo, Tlogoadi, dan Tirtoadi, pengerjaan dilakukan dengan sistem at grade.
Agung menjelaskan seluruh pier head atau kepala pilar penyangga di atas Ring Road Utara telah selesai diputar.
Namun, pembangunan Ramp On di sisi Ring Road Kronggahan masih menyisakan beberapa bidang lahan yang belum dibebaskan.
Di lokasi yang lahannya sudah bebas, proses pembangunan Ramp On berlangsung secara masif.
Ramp On tersebut nantinya akan difungsikan sebagai jalur masuk kendaraan dari jalan arteri menuju ruas tol.
“Betul, tinggal menunggu pembebasan beberapa lahan yang belum bebas. Insyaallah ada pembayaran bulan ini. Masih ada satu pier head di lahan yang belum dibebaskan, menunggu itu,” jelas Agung.
Sementara itu, di kawasan Tirtoadi dekat Junction Sleman, proses erection girder pada abutment direncanakan berlangsung pada Maret 2026.
“Insyaallah Maret nanti di Sidomoyo akan dilakukan erection girder,” tegasnya.
Girder merupakan gelagar beton berbentuk balok yang diletakkan di antara dua penyangga atau abutment sebagai struktur utama badan jalan tol.
Jika pemasangan girder tersebut rampung, maka ruas tol akan melintas tepat di atas Jalan Sidomoyo.
Pemasangan girder di kawasan ini menjadi titik krusial karena Junction Sleman merupakan simpul pertemuan antara Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.
Bakom menegaskan tata letak Sidang Kabinet Paripurna dirancang untuk memudahkan arahan Presiden Prabowo, bukan terkait kedudukan Wapres Gibran.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.
Merawat rekam jejak perjalanan sejarah dari masa kolonial hingga era modern, Ambarrukmo Group resmi meluncurkan buku edisi kedua