Seruan Aksi 27 Agustus Beredar, Polda DIY Siagakan Personel
Polda DIY belum menerima surat pemberitahuan aksi 27 Agustus 2026 yang beredar di medsos, tetapi personel tetap disiagakan.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN — Rencana pemerintah memberikan insentif sebesar Rp400.000 per bulan bagi guru honorer mendapat respons positif dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sleman. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar di tengah kondisi kesejahteraan tenaga honorer yang masih memprihatinkan.
Ketua PGRI Sleman, Nur Suharyanto, mengatakan rencana tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa tenaga honorer tetap diberi ruang untuk bekerja di sekolah, meski sebelumnya sempat muncul wacana penghapusan tenaga honorer seiring penerapan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
“Secara pribadi saya sangat senang dengan rencana ini. Artinya guru honorer maupun tenaga kependidikan masih diperbolehkan bekerja. Kemarin sempat ada wacana setelah PPPK paruh waktu tidak ada lagi honorer di sekolah,” ujar Nur, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, insentif sebesar Rp400.000 per bulan akan sangat membantu meringankan beban para guru honorer yang selama ini menerima penghasilan jauh di bawah kebutuhan hidup layak.
Nur mengungkapkan, rata-rata gaji guru honorer di Sleman berkisar antara Rp500.000 per bulan untuk angkatan awal. Seiring waktu, penghasilan itu biasanya naik menjadi sekitar Rp700.000 hingga Rp800.000 per bulan, namun tetap belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Dengan kondisi seperti itu, tambahan insentif ini tentu sangat berarti bagi mereka,” katanya.
Terkait jumlah guru honorer di Sleman, Nur mengaku tidak mengingat angka pasti. Namun, ia menyebut jumlahnya terus berkurang dalam beberapa waktu terakhir karena sebagian sudah masuk dalam skema PPPK paruh waktu.
Ia berharap tenaga honorer yang masih aktif mengajar tetap diberi kesempatan bekerja, sembari menunggu proses pengangkatan secara bertahap ke dalam formasi PPPK paruh waktu.
“Saya berharap teman-teman honorer ini tetap bisa bekerja dan ke depan secara bertahap bisa diangkat menjadi PPPK paruh waktu,” ucapnya.
Hingga kini, PGRI Sleman belum menerima informasi resmi terkait mekanisme penyaluran insentif tersebut. Nur mengaku baru mengetahui rencana kebijakan itu melalui media sosial.
Meski begitu, ia menyambut baik kabar bahwa insentif nantinya akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru honorer agar tepat sasaran.
“Kalau memang langsung ke rekening, tentu lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY belum menerima surat pemberitahuan aksi 27 Agustus 2026 yang beredar di medsos, tetapi personel tetap disiagakan.
Komisi XI DPR menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026-2031. Ia membawa visi 3I+1S untuk arah kebijakan bank sentral.
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Tim hukum segera berdiskusi dengan klien untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Igor Tolic meminta Persib Bandung tampil tanpa celah saat menghadapi Manila Digger pada play-off ACL II, Senin (31/8).
Damkar Gunungkidul mencatat 49 karhutla sepanjang Mei-Agustus 2026. Luas lahan terdampak ditaksir mencapai 49,5 hektare.