Kebakaran Lahan Bantul Melonjak, Wukirsari Tiga Kali Terbakar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Dokter - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Lonjakan target Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 mendorong Pemerintah Kabupaten Bantul memperluas jangkauan layanan hingga 46 persen penduduk, disertai penguatan pelaksanaan di seluruh puskesmas dan rencana kolaborasi dengan fasilitas kesehatan swasta.
Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemkab Bantul menjaga kesinambungan CKG sebagai instrumen peningkatan derajat kesehatan masyarakat, bukan sekadar program tahunan yang berhenti pada satu periode anggaran.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, menegaskan CKG tetap menjadi agenda prioritas daerah pada 2026.
“Pada tahun 2026, program cek kesehatan gratis di Bantul tetap kita jalankan. Program ini tidak berhenti di tahun 2025, tetapi akan terus berjalan secara kontinu,” ujar Agus, Jumat (30/1).
Pada 2025, capaian CKG ditargetkan menyentuh 36 persen dari total penduduk Kabupaten Bantul. Memasuki 2026, target tersebut dinaikkan signifikan menjadi 46 persen dari jumlah penduduk, sebagai bagian dari strategi perluasan layanan kesehatan preventif di tingkat daerah.
“Target kita tahun ini lebih besar dibandingkan tahun kemarin. Mudah-mudahan bisa kita laksanakan dengan baik,” katanya.
Agus mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang tersedia di seluruh puskesmas. Selain mengoptimalkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, Dinas Kesehatan Bantul juga akan menyasar berbagai kegiatan dan agenda masyarakat agar capaian CKG meningkat secara lebih merata.
“Tidak hanya di puskesmas saja, tapi ke depan event-event di masyarakat juga akan kita masuki supaya capaian CKG bisa lebih meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Bantul merancang pelibatan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) swasta guna memperkuat daya jangkau Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), meski realisasinya masih menunggu kesiapan logistik, terutama ketersediaan bahan medis habis pakai (BMHP).
“Untuk tahap awal kita dari puskesmas dulu. Nanti kalau ketersediaan BMHP sudah mencukupi dan bisa kita distribusikan ke faskes swasta, maka akan kita libatkan,” ungkapnya.
Saat ini, seluruh puskesmas di Kabupaten Bantul telah siap memberikan layanan CKG kepada masyarakat. “Semua puskesmas sudah bisa melaksanakan,” kata Agus.
Dengan peningkatan target hingga 46 persen penduduk pada 2026, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Bantul diharapkan memperkuat deteksi dini penyakit dan memperluas akses layanan kesehatan preventif, seiring kesiapan puskesmas dan rencana kolaborasi faskes swasta yang tengah dimatangkan Dinas Kesehatan Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.