Eko Suwanto Akan Tambah Anggaran Penanganan Stunting di Kota Jogja pada 2027
Eko Suwanto akan memperjuangkan kenaikan anggaran penanganan stunting di Kota Jogja pada 2027, dari Rp120 juta per kelurahan pada 2026.
Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta berkolaborasi dengan UiTM Malaysia menggelar workshop strategi publikasi jurnal internasional bereputasi. /Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya mendorong peningkatan publikasi ilmiah internasional terus dilakukan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta melalui kolaborasi akademik lintas negara bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Workshop Internasional bertema Article Writing & Publication Strategy in Reputable International Journals yang digelar Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (30/1/2026) ini dilaksanakan di Meeting Room SM. 2.11 Gedung Siti Moendjijah Lantai 2, Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, serta dirancang sebagai ruang pembelajaran intensif bagi dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta dalam menghadapi tantangan publikasi jurnal bereputasi internasional.
Workshop internasional tersebut menghadirkan dua akademisi UiTM Malaysia sebagai narasumber, yakni Head of Center of Strategic Communication UiTM Malaysia Dr. Wan Norbani Wan Noordin dan Deputy Dean (Research and Industrial Linkages) UiTM Malaysia Assoc. Prof. Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad.
Pelaksanaan workshop ini difokuskan pada penguatan kapasitas sivitas akademika dalam penulisan artikel ilmiah, pengembangan budaya riset kampus, hingga strategi menembus jurnal internasional bereputasi. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik penyusunan artikel sesuai standar global, pemilihan jurnal yang tepat, hingga strategi meningkatkan peluang naskah diterima.
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora Unisa Yogyakarta, Nur Fitri Mutmainah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop internasional tersebut. Perempuan yang akrab disapa Iin itu mengakui capaian publikasi internasional sivitas akademika Unisa Yogyakarta masih perlu ditingkatkan secara serius.
“Agenda workshop ini sangat penting karena publikasi riset Unisa Yogyakarta masih tergolong rendah. Melalui kegiatan ini, kami berharap dosen dan mahasiswa bisa belajar sekaligus termotivasi untuk menghasilkan luaran publikasi internasional,” ujar Iin dalam sambutannya.
Dorong Budaya Riset Kampus
Dalam sesi pemaparan materi, Tengku Elena Tengku Mahamad menekankan bahwa budaya riset merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah di tingkat internasional. Ia mendorong akademisi Unisa Yogyakarta untuk membangun kebiasaan riset secara konsisten, meski dimulai dari langkah sederhana.
“Alokasikan satu jam khusus untuk riset. Tidak harus setiap hari, bisa satu atau dua kali dalam seminggu. Anggap saja seperti jadwal rapat. Upaya kecil tersebut akan mengarahkan pada progres yang berkelanjutan,” jelas Elena.
Elena juga mengingatkan pentingnya kepercayaan diri dalam mengembangkan ide penelitian. Menurutnya, budaya riset tidak dibangun secara individual, melainkan melalui proses tumbuh bersama dalam komunitas akademik.
“Setiap orang memiliki titik awal yang berbeda. Dengan menulis bersama, individu bisa lebih fokus dan termotivasi. Kolaborasi juga dapat mengurangi tekanan dalam riset. Seiring waktu, riset akan menjadi budaya bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Wan Norbani Wan Noordin menyoroti aspek teknis dalam penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi. Ia menekankan bahwa naskah yang ditujukan ke jurnal terindeks Scopus harus memenuhi standar ketat, baik dari sisi metodologi, struktur penulisan, referensi, maupun kejelasan argumentasi.
“Pastikan naskah artikel benar-benar sesuai dengan kriteria jurnal yang dituju. Selain itu, sangat disarankan naskah sudah melalui proses review sebelum dikirimkan,” tutur Norbani.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan kiat memilih jurnal internasional yang relevan serta strategi menghadapi tantangan agar artikel memiliki peluang lebih besar untuk diterima.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, penyerahan cendera mata, serta ditutup dengan sesi foto bersama.
Tidak hanya berhenti pada workshop, kolaborasi antara UiTM Malaysia dan Prodi Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta juga diperluas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Inisiasi kerja sama lanjutan ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan jejaring akademik internasional Unisa Yogyakarta di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eko Suwanto akan memperjuangkan kenaikan anggaran penanganan stunting di Kota Jogja pada 2027, dari Rp120 juta per kelurahan pada 2026.
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.
Polisi memastikan ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, bukan berasal dari bom. Dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
BP BUMN dan Danantara menyiapkan investasi Rp581 miliar untuk transformasi RSPP menjadi Indonesia Hospital dengan target penyelesaian pada pertengahan 2028.
Harga cabai merah besar dan rawit hijau di Sleman naik pada pekan kedua Oktober 2026. Harga rawit merah justru turun.
Peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang di Tugu Muda dimeriahkan fragmentasi teater, lagu perjuangan, pembacaan sejarah, dan kembang api.