Sleman City Hall Hadirkan Semarak YouthNited Nation
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara (berdiri), menyampaikan pemaparan dalam bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Realita yang digelar di Joglo Durungan, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Rabu (4/2/2026). - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sosialisasi budaya baca dan literasi yang dikemas dalam bedah buku bertajuk Di Balik Layar Judi Online: Fakta, Risiko, dan Realita digelar di Joglo Durungan, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Rabu (4/2). Program edukatif tersebut diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dengan menggandeng Komisi D DPRD DIY.
Uniknya, dalam kesempatan bedah buku ini tidak hanya dibahas isi buku, melainkan juga menghadirkan langsung mantan pelaku judi online (judol), seorang pria warga Sentolo.
Bedah buku menjadi jauh lebih interaktif saat penyintas judol yang kehilangan ratusan juta rupiah akibat judol menceritakan pengalamannya. Banyak masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tersebut aktif bertanya karena penasaran.
“Saya awal main judol karena coba-coba sampai akhirnya kehilangan segalanya, sampai uang raib ratusan juta rupiah,” katanya saat acara bedah buku, Rabu.
Itulah sebabnya, dia mengingatkan agar warga Durungan tidak ada yang mencoba bermain judol seperti dirinya. Pasalnya, ketika sudah kecanduan akan sangat sulit menghentikannya. “Saya berpesan jangan sampai main judol karena banyak ruginya. Saya bisa berhenti karena memang sudah mentok dan sempat tidak memegang ponsel selama dua tahun,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara, menyampaikan eks pelaku judol sengaja dihadirkan untuk menunjukkan realitas dampak bahaya judol di masyarakat. Penyintas judol yang sudah tobat itu berbagi cerita dan menjelaskan apa yang membuatnya akhirnya kembali ke jalan yang benar, bebas dari judol.
“Supaya untuk gambaran masyarakat saja. Ketika nanti ada masyarakat yang menjadi penyintas judol, masyarakat di sekitarnya tahu apa yang harus dilakukan,” ujar dia.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY itu menuturkan, bedah buku bertema bahaya judol dilakukan karena banyak masyarakat yang akhirnya terpapar dan kecanduan hingga menjual tanah, menjual sawah, sampai harta bendanya ludes.
Anak Muda
Parahnya, judol kini sudah menyasar anak-anak muda. “Jadi tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca. Dengan membaca buku ini diharapkan, karena ini betul-betul sedang terjadi di masyarakat, mereka nanti sampai rumah mau membaca,” ujar Ika.
Sementara itu, Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Hadi Pranoto, menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk kampanye literasi sebagai bagian dari upaya menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan minat dan daya baca.
Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu meningkatkan minat baca sekaligus menyadarkan masyarakat agar tidak terjebak judol. “Dalam kesempatan ini juga dibagikan buku agar dapat dibaca masyarakat sebagai upaya literasi bahaya judi online, sekaligus meningkatkan minat dan daya baca masyarakat,” kata dia. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Toprak Razgatlioglu membidik finis 10 besar dalam 10 balapan tersisa MotoGP 2026 meski belum pernah mencapai target itu musim ini.
Hull City kembali ke Premier League setelah sembilan tahun dan langsung menghadapi Manchester United pada laga pembuka musim 2026-2027.
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Ekspor mobil Indonesia Januari-Juli 2026 menunjukkan SUV makin diminati, tetapi MPV seperti Avanza dan Xpander masih punya pasar kuat.
Podcast Raditya Dika dan Nagita Slavina hilang dari YouTube setelah hampir 1 juta views. Alasan takedown belum mendapat konfirmasi resmi.