Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Potret pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman dari atas./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, KULONPROGO—Progres pembebasan lahan Tol Jogja YIA di Kulonprogo hingga akhir 2025 baru menyentuh 386 bidang dari total 1.125 bidang terdampak. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulon Progo menyebut masih ada ratusan bidang yang menunggu proses administrasi dan pencairan ganti kerugian.
Dalam waktu dekat, sebanyak delapan bidang tanah di Padukuhan Ploso, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, direncanakan masuk tahap pembayaran. Namun, tahapan tersebut masih menunggu kelengkapan dokumen serta jadwal pencairan anggaran.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kulonprogo, Eko Herry Supriyanto, menjelaskan pihaknya kini bersiap menuntaskan proses administrasi untuk tambahan delapan bidang tersebut.
“Yang delapan bidang itu masih berproses. Secara umum kami masih menunggu informasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait pencairan dananya,” kata Eko, Kamis (12/2).
Ia menerangkan, berkas bidang tanah yang telah melalui tahapan inventarisasi, musyawarah penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), hingga musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian sudah divalidasi dan diserahkan kepada PPK. Setelah itu, proses pencairan anggaran menjadi kewenangan PPK bersama Badan Pengelola Keuangan (BPK).
Menurut Eko, ada kemungkinan penerapan skala prioritas dalam pembayaran, terutama pada ruas yang konstruksinya telah siap dan lahannya sudah bebas.
"Kemungkinan ada skala prioritas, misalnya untuk mengejar konstruksi di ruas yang lahannya sudah bebas. Kami di pengadaan tanah sifatnya menunggu penjadwalan pembayaran. Kalau target kami tahun ini semuanya dibebaskan, karena kan fungsional total itu di 2028,” ujarnya.
Sementara itu, perkembangan pembebasan lahan Tol Jogja YIA di wilayah Bantul juga terus berjalan. Kepala BPN Bantul, Tri Harnanto, menyampaikan terdapat 853 bidang tanah terdampak yang tersebar di lima padukuhan dan dua kalurahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 613 bidang dengan luas total 218.184 meter persegi telah dibayarkan ganti kerugiannya.
"Rinciannya, di Kalurahan Argosari sebanyak 159 dari 202 bidang telah dilakukan pembayaran. Sedangkan di Kalurahan Argomulyo, 454 dari total 651 bidang sudah dibebaskan," ujarnya.
Tri menambahkan, progres pembebasan lahan di Bantul relatif sama seperti saat pembayaran terakhir dilakukan pada Januari lalu. Meski demikian, penyelesaian keseluruhan masih bergantung pada tahapan administrasi dan pembayaran terhadap sisa bidang yang belum tuntas, seiring percepatan pembangunan Tol Jogja YIA yang ditargetkan dapat berfungsi penuh pada 2028.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.