Karies, Kurang Gerak hingga Gangguan Mental Serang Pelajar di Bantul
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur. - Harian Jogja/bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul menyebut tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menata kawasan sekitar trase tol di wilayahnya meski ruas jalan tol Jogja–Yogyakarta International Airport (YIA) hanya melintasi sebagian kecil wilayah itu dan tanpa pintu keluar (exit tol) yang berada di Bumi Projotamansari.
“Di Bantul, tol Jogja–YIA hanya melintasi wilayah Kalurahan Argomulyo dan Argosari di Kapanewon Sedayu, sepanjang sekitar 4,5 kilometer,” ujar Kepala Bappeda Bantul, Ari Budi Nugroho, Kamis (24/7/2025).
Exit tol terdekat justru berada di wilayah Sleman dan Kulon Progo. Artinya, tidak ada rest area maupun akses keluar-masuk tol yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat Bantul. Meski begitu, Pemkab tidak tinggal diam.
“Kami tetap harus mengantisipasi dampak ekonomi dari pembangunan tol ini. Meskipun tidak ada exit, kawasan dekat perbatasan seperti Kasihan dan sekitarnya bisa menjadi kawasan penyangga yang berpotensi tumbuh,” jelasnya.
Ari mengungkapkan, penataan kawasan akan difokuskan melalui penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Saat ini, RDTR kawasan perkotaan Bantul yang mencakup wilayah Kasihan, Sewon, Banguntapan, dan Kota Bantul masih dalam tahap pengesahan.
“Kalau exit-nya di wilayah Gamping, Sleman dan Trihanggo maka kawasan terdekat seperti Kasihan bisa menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. Kami akan arahkan kawasan penyangga ini menjadi area perdagangan dan jasa,” ungkapnya.
Selain Kasihan, kelurahan seperti Bangunjiwo dan Tamantirto juga akan menjadi perhatian khusus dalam perencanaan. Kawasan-kawasan ini dinilai cukup strategis karena berdekatan dengan titik keluar-masuk tol di wilayah penyangga.
“Jadi meskipun kami tidak dapat exit tol, tetap bisa menangkap peluang dari mobilitas dan aktivitas ekonomi yang timbul di sekitar jalur tol tersebut,” pungkas Ari.
Pemkab Bantul berharap, melalui penyesuaian RDTR dan penataan kawasan secara cermat, pembangunan infrastruktur tol tetap memberi dampak positif bagi masyarakat Bantul, khususnya di wilayah perbatasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan