RSUD Prambanan Tegaskan Tak Temukan Kelalaian Medis
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Bangunan terdampak Tol Jogja-Solo yang mulai dibongkar pada Senin (6/1/2025)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com , SLEMAN—Pembayaran ganti rugi lahan terdampak tol Jogja-Solo pada ruas Jogja-YIA Kulonprogo terus dilakukan. Terbaru pembayaran dilakukan kepada sebanyak 23 Pihak yang Berhak (PYB) di Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman Hary Listantyo Prabowo mengatakan dalam pembayaran ganti rugi tol Jogja-Solo pada ruas Jogja-YIA Kulonprogo bidang tanah terluas yang menerima ganti seluas 967 meter. Pada bidang ini warga terdampak menerima besaran uang ganti rugi paling tinggi.
BACA JUGA: Penjelasan Kraton Jogja Tradisi Mubeng Beteng 1 Sura Digelar Malam Jumat Kliwon
"Yang terluas itu 967 meter persegi dengan nilai Rp7,8 miliar. Paling tinggi pada hari ini," katanya.
Adapun bidang tanah paling kecil yang menerima ganti rugi seluas 5 meter persegi. Meski pun kecil luasnya, jumlah ganti rugi yang dibayarkan cukup fantastis yaitu Rp39,4 juta atau sekitar Rp8 juta per meter.
Menurutnya lahan terdampak terkecil dengan luas 5 meter ini merupakan tanah sisa dari suatu bidang tanah yang sebelumnya telah dibebaskan. Namun karena menyisakan sedikit tanah yang mungkin sulit dikelola, sisa tanahnya diajukan kembali untuk bisa turut dibebaskan. "Lima meter itu tanah sisa. Tapi secara data itu yang kecil itu, lima meter," ujarnya.
Dalam pembayaran ganti rugi lahan tol Jogja-Solo pada ruas Jogja-YIA Kulonprogo tersebut ada pihak yang tidak hadir dan ada pula berkas yang harus mengalami perbaikan. "Tiga bidang tapi [punya] satu orang tidak hadir. Satu [lainnya] ada perbaikan nilai," ucapnya.
BACA JUGA: Harga Tiket dan Jam Buka Tutup Pameran Temporer Abhinaya Karya 2025 di Sonobudoyo Jogja
Adapun nominal ganti rugi pembebsan lahan tol Jogja-Solo pada ruas Jogja-YIA Kulonprogo per meter paling tingg di Kalurahan Banyuraden kata Hary bisa mencapai Rp11 juta. Nominal tanah dengan harga tinggi itu kata Hary terletak tepat di pinggir ring road.
"Kalau ring road sekitar itu Rp11 jutaan, Rp10-11 juta per meter. Nanti kan dia apakah [bidang tanah] dia ada akses atau enggak. Kan yang paling tinggi itu kan yang pinggir jala ring road," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.