Pecah Sunyi Hadir di Kembaran, Seni Rupa Dekatkan Seniman dan Warga
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Warga Kota Jogja bersepeda di Jl. Malioboro dalam pelaksanaan uji coba Malioboro full pedestrian pada Senin (1/12/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja belum menetapkan waktu pasti pelaksanaan Malioboro Full Pedestrian. Berbagai evaluasi dari uji coba akhir tahun lalu masih mencari solusi agar kebijakan ini bisa diterapkan dengan lancar.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan bergantung pada kesiapan infrastruktur di kawasan Malioboro.
“Kita masih menuju Malioboro full pedestrian, secara bertahap lah,” katanya di PASTY, Jumat (13/2/2026).
Menurut Hasto, sejumlah evaluasi dari uji coba sebelumnya masih harus diselesaikan, terutama terkait tempat parkir dan fasilitas putar balik kendaraan yang belum menemukan solusi. Uji coba akhir tahun lalu sempat menimbulkan kesulitan bagi pengendara untuk putar balik, serta memunculkan titik parkir liar di sirip-sirip Jalan Malioboro, yang kemudian mendapat keluhan dari berbagai pihak.
“Kalau sirip-sirip, saya belum bisa menjawab karena harus dikondisikan dulu. Hal lainnya adalah tempat putar balik yang harus bisa menampung kendaraan, itu menjadi PR kita,” ujarnya.
Permasalahan lahan parkir yang terbatas juga menjadi kendala utama. Mayoritas wisatawan diketahui memarkir kendaraannya di TKP Senopati, TKP Ngabean, TKP Ketandan, TKP Beskalan, dan tempat parkir eks Menara Kopi Kotabaru. Meski begitu, masih ada beberapa titik parkir di badan jalan sekitar Malioboro yang digunakan wisatawan, dan jumlah kendaraan diprediksi meningkat saat kebijakan full pedestrian diterapkan.
Pemkot Jogja pun tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta, untuk penyediaan tambahan lahan parkir. Salah satu pihak yang tengah dilobi adalah Gembira Loka Zoo.
Selain itu, ketika Malioboro full pedestrian diterapkan, sirip-sirip Jalan Malioboro diharapkan dapat difungsikan sebagai ruas putar balik. Namun, keterbatasan luas lahan dan volume kendaraan saat ini masih menjadi kendala.
Beberapa solusi tengah digodok bersama Pemda DIY, antara lain rekayasa lalu lintas di kawasan Malioboro dan pemasangan portal untuk mendukung kebijakan full pedestrian.
Hasto menekankan, penerapan kebijakan ini masih menunggu beberapa solusi, terutama terkait ketersediaan lahan parkir. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, termasuk saat Ramadan atau Idulfitri, pihaknya belum berencana menerapkan Malioboro full pedestrian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Inflasi DIY Juni 2026 naik 0,37% dipicu BBM. BI DIY pastikan tetap terkendali dalam target nasional 2,5±1%.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.