Warga Terdampak TPA Piyungan Dapat BPJS Kesehatan Gratis dari Pemkab
Pemkab Bantul memberikan BPJS Kesehatan gratis bagi 544 warga terdampak TPA Piyungan sebagai bentuk perlindungan kesehatan dan kompensasi.
Wisatawan memadati pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Senin (16/2/2026). (Harian Jogja/Kiki Luqman)
Harianjogja.com, BANTUL—Wisatawan yang berencana mengikuti tradisi padusan menjelang Ramadan di Pantai Parangtritis diminta meningkatkan kewaspadaan. Potensi bahaya arus balik atau rip current diperkirakan masih tinggi seiring prakiraan gelombang laut yang mencapai 2–3 meter dalam beberapa hari ke depan.
Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis Rodhiva Wahyu Widho Santosa mengatakan, petugas telah memetakan sejumlah titik rawan arus balik sebagai langkah mitigasi untuk menekan risiko kecelakaan laut selama momentum padusan.
“Dari Pantai Parangtritis sampai Pantai Depok terdapat sekitar 15 hingga 20 titik rip current. Namun yang berpotensi bersinggungan langsung dengan wisatawan diperkirakan sekitar delapan sampai sepuluh titik,” ujar Rodhiva, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, jumlah dan posisi titik arus balik tersebut bersifat dinamis karena dipengaruhi kondisi dasar pantai yang berpasir dan mudah berubah mengikuti pergerakan arus laut. Oleh sebab itu, kesadaran wisatawan menjadi faktor krusial demi keselamatan bersama.
Selain pemetaan titik rawan, pengamanan kawasan pantai juga diperkuat dengan penambahan personel SAR gabungan. Selama periode padusan, lebih dari 100 petugas disiagakan, jauh meningkat dibanding hari normal yang berkisar 35–40 personel.
“Momen padusan ini menjadi perhatian khusus kami. Karena itu jumlah personel kami tambah hingga lebih dari 100 orang,” katanya.
Petugas juga menyiapkan berbagai sarana evakuasi untuk mengantisipasi kondisi darurat di perairan Parangtritis. “Kami siapkan satu unit jetski dan satu unit perahu jukung untuk penanganan cepat jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Rodhiva menambahkan, penjagaan kawasan wisata sudah dimulai sejak malam hari dengan sistem giliran jaga agar pengawasan tetap optimal seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Sementara itu, Koordinator TPR Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan, menyampaikan bahwa pihaknya turut menambah personel selama tradisi padusan. Pada hari biasa, petugas TPR berjumlah sekitar 10 orang yang terbagi di dua titik pantai, sedangkan saat padusan ditambah lima hingga enam personel.
“Kalau hari biasa tujuh orang di sini dan tiga di lokasi lain. Saat padusan ada tambahan sekitar lima sampai enam orang,” jelasnya.
Menurut Rohmad, pengamanan sebenarnya sudah dimulai beberapa hari sebelum puncak padusan, meski penambahan personel dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.
Wisatawan diimbau mematuhi aturan keselamatan, tidak bermain air terlalu ke tengah, menghindari area berbahaya, serta memperhatikan rambu peringatan yang dipasang petugas. Risiko arus balik di kawasan Pantai Parangtritis masih tinggi pada periode padusan dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memberikan BPJS Kesehatan gratis bagi 544 warga terdampak TPA Piyungan sebagai bentuk perlindungan kesehatan dan kompensasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.