Hipertensi Gunungkidul Tertinggi di DIY Capai 39,25 Persen
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Jemaah calon haji berjalan menuju pesawat yang akan memberangkatkannya ke Arab Saudi. Ilustrasi./ANTARA-Umarul Faruq
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 1.061 jemaah haji asal Kabupaten Bantul dijadwalkan mulai berangkat ke Tanah Suci pada akhir April 2026. Seluruh pemberangkatan dilakukan melalui Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.
Plt Kepala Kantor Perwakilan Kemenhaj Kabupaten Bantul, Agus Nur Budianto, menjelaskan para jemaah dibagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 7, 8, dan 9.
"Untuk Bantul itu dibagi menjadi kloter 7, 8 dan 9. Masing-masing akan berangkat pada 29 April, 1 Mei, dan 2 Mei," jelasnya, Jumat (20/2).
Ia merinci, jemaah yang tergabung dalam kloter 7 akan mulai masuk asrama haji pada 29 April untuk menjalani karantina serta pemeriksaan dokumen seperti paspor dan visa, termasuk pengecekan kesehatan. Keberangkatan ke Tanah Suci dijadwalkan pada 30 April siang.
"Pada tahun ini jemaah haji tertua di Bantul itu ada yang usianya 100 tahun," ujarnya.
Saat ini para calon jemaah haji masih mengikuti manasik haji di tingkat kapanewon maupun kabupaten. Seusai Lebaran, mereka dijadwalkan menerima vaksin meningitis sebagai syarat wajib sebelum keberangkatan guna mencegah penyebaran penyakit.
"Nanti yang ikut vaksin meningitis juga ada calon jemaah yang berasal dari Bantul maupun yang mutasi dari luar daerah, sifatnya wajib. Setelah itu baru kami akan melaksanakan pemantapan kloter," kata Agus.
Kepala Kemenag Bantul, Muntolib, menambahkan pelaksanaan manasik di tingkat kapanewon melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing wilayah. Pembinaan dilakukan melalui beberapa kali pertemuan dengan materi bimbingan ibadah dan teknis pelaksanaan haji.
"Ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jemaah dengan simulasi ibadah, bimbingan teori, serta praktik di wilayah KUA yang kini difungsikan sebagai bentuk kerja sama pelayanan bimbingan manasik haji reguler, termasuk fokus haji ramah lansia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.