Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Tugu Jumenangan Sri Sultan HB X yang berada di depan Pasar Semin merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (21/2/2026).Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Kundha Kabudayan Gunungkidul menargetkan penetapan 21 objek cagar budaya baru sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian dan perlindungan warisan budaya yang tersebar di berbagai wilayah Gunungkidul.
Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kundha Kabudayan Gunungkidul, Ari Kristian, mengatakan pengusulan cagar budaya merupakan agenda rutin tahunan. Untuk tahun ini, objek yang diajukan beragam, mulai dari benda, struktur bangunan, hingga kawasan.
“Yang diusulkan tidak hanya satu jenis, ada benda, struktur bangunan, sampai kawasan cagar budaya,” ujar Ari, Minggu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah peninggalan sejarah yang diusulkan antara lain dua lokasi Goa Jepang di Kalurahan Girijati dan Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari. Selain itu terdapat Batu Candi di Situs Manikmoyo, Kalurahan Mertelu, Gedangsari, serta blok-blok batu Candi Wana Candi di Kalurahan Gading, Playen.
Objek lain yang masuk daftar pengusulan meliputi Petilasan Gunung Gambar di Kalurahan Kampung, Ngawen; Wayang Menak; Peta Belanda Enclave; Gereja Kristen di Kalurahan Watusigar, Ngawen; hingga Song Banyu dan Goa Kerok di Kalurahan Songbanyu, Girisubo.
Tak hanya itu, terdapat pula Goa Gedangan di Kalurahan Karangawen dan Goa Karanggede di Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo; Papang Sangatan Sosrosuraji di Kapanewon Tepus; Prasasti GKJ Wonosari; Struktur Batu Candi Ganang di Kalurahan Ngawis, Karangmojo; Yoni di Kalurahan Bendung, Semin; serta Batu Pipih di Kalurahan Ponjong.
Daftar pengusulan juga mencakup Menhir dan Peripih Klayar di Kapanewon Nglipar serta tiga Arca Sholat di Kalurahan Gading, Playen.
“Seluruh objek tersebut memiliki nilai penting dari sisi sejarah dan kebudayaan, sehingga layak diusulkan sebagai cagar budaya Gunungkidul,” kata Ari.
Ia menegaskan, sebelum ditetapkan, setiap objek harus melalui proses identifikasi dan kajian lapangan oleh tim penyaji. Hasil kajian tersebut kemudian dibahas dalam sidang TACB untuk menentukan kelayakannya.
Penetapan cagar budaya, lanjut Ari, tidak dilakukan secara sembarangan karena mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. “Sudah ada tim ahli yang mengkaji secara mendalam. Penetapan ini sekaligus menjadi dasar perlindungan, perawatan, dan pelestarian,” ujarnya.
Sementara itu, Analis Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Hadi Risma, menyampaikan bahwa selain cagar budaya benda dan situs, pihaknya juga aktif mengusulkan warisan budaya tak benda.
Salah satu yang direncanakan tahun ini adalah pengusulan tradisi kuliner Sego Berkat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke pemerintah pusat. Usulan tersebut telah dilengkapi kajian akademis sebagai dasar penetapan.
“Dokumen kajian sudah siap dan tinggal diusulkan. Harapannya, Sego Berkat dapat ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dan menjadi bagian dari tradisi kuliner Nusantara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.