PBB-P2 Sleman Tembus 95%, 5 Kapanewon Lunas Awal
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
Jemaah calon haji berjalan menuju pesawat yang akan memberangkatkannya ke Arab Saudi. Ilustrasi./ANTARA-Umarul Faruq
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 1.494 dari 1.508 calon jamaah haji asal Sleman dinyatakan memenuhi syarat kesehatan (istitaah) untuk berangkat pada musim haji 2026.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Sleman, Khamidah Yuliati, menjelaskan sebagian kecil calon jamaah belum dapat dipastikan keberangkatannya.
“Empat orang perlu evaluasi, karena persoalan pelunasan. Kalau yang tidak istitaah, karena ada masalah kesehatan. Ada yang mengidap sakit jantung, diabetes melitus, sakit ginjal, dan gangguan mental,” kata Yuliati saat dihubungi, Senin (23/2/2026).
Ia menuturkan jamaah yang masuk kategori istitaah dinilai memiliki kondisi fisik dan mental stabil untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kankemenag Sleman, Minanur Rahman, menyampaikan keberangkatan jamaah haji asal Sleman menuju Yogyakarta International Airport dijadwalkan mulai 22 April 2026.
Total jamaah tersebut terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter). Empat kloter diisi penuh oleh jamaah asal Sleman, sedangkan satu kloter lainnya merupakan gabungan dengan jamaah dari kabupaten/kota lain di DIY dan Jawa Tengah.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya kesiapan fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ia mengingatkan calon jamaah yang belum memenuhi syarat istitaah agar tidak memaksakan diri.
Menurutnya, menjaga kesehatan menjadi faktor utama agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.
DPT Pilur Gunungkidul ditetapkan 120.887 pemilih. Coblosan serentak di 31 kalurahan digelar 26 September 2026.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.