Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Sekelompok massa menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda DIY pada Selasa (24/2/2026)
Harianjogja.com, SLEMAN— Sekelompok massa menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda DIY pada Selasa (24/2/2026) petang. Dampak dari aksi tersebut, akses lalu lintas di Ring Road Utara sempat dialihkan sementara.
Aksi diikuti oleh mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat. Hingga pukul 19.29 WIB, massa masih bertahan di sekitar Mapolda DIY. Sebagian berada di seberang selatan Mapolda, sementara lainnya duduk di pembatas jalan Ring Road Utara.
Unjuk rasa berlangsung sejak sore dan menyebabkan kerusakan pada salah satu akses masuk markas kepolisian. Massa mulai berkumpul sekitar pukul 18.00 WIB dan bergerak menuju pintu barat Mapolda DIY. Tak lama berselang, pintu tersebut roboh setelah didesak oleh massa aksi.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di jalur Ring Road Utara sisi barat ditutup sementara. Kendaraan dari arah timur, baik melalui lajur cepat maupun lajur lambat, dialihkan untuk berputar balik di U-turn depan Mapolda DIY.
Di area dalam Mapolda DIY, aparat kepolisian terlihat memasang kawat duri yang membentang dari arah timur ke barat. Sejumlah personel juga disiagakan di halaman Mapolda untuk mengamankan situasi.
Salah satu peserta aksi yang mengaku berinisial U mengatakan, unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kemarahan masyarakat atas peristiwa meninggalnya seorang anak berusia 14 tahun di Maluku yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob.
“Ini bentuk kemarahan masyarakat atas apa yang terjadi di Maluku. Ada bocah 14 tahun yang tidak salah apa-apa, sedang naik motor, lalu kepalanya dihantam helm dan akhirnya meninggal,” ujar U di sela aksi.
Ia menegaskan, aksi tersebut tidak membawa tuntutan tertulis maupun agenda orasi. Menurutnya, unjuk rasa berlangsung secara spontan tanpa konsep teknis yang dirancang sebelumnya.
“Kami tidak punya tuntutan, tidak ada draf, tidak ada panggung orasi. Aksi ini benar-benar cair,” katanya.
U menambahkan, massa mulai berkumpul sejak sekitar pukul 16.30 WIB sebelum kemudian bergerak bersama menuju Mapolda DIY.
“Bareng-bareng jalan ke Polda, lalu mengokupasi ruang Polda. Tidak ada batas waktu atau kegiatan yang direncanakan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.