Warga Bumijo Jogja Kembangkan Usaha Ecoprint Berbasis Alam
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan ecoprint untuk meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha berbasis bahan alami.
TPID Kota Jogja melakukan pemantauan bahan pangan di salah satu swalayan di Kota Jogja pada Jumat (27/2/2026). Pemantauan harga tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan mencukupi dan tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan selama Ramadan. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA— Ketersediaan bahan pangan di Kota Yogyakarta dipastikan aman selama Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026. Kepastian ini disampaikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja usai melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik distribusi pangan.
Pemantauan dilakukan secara terpadu oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Yogyakarta, TPID DIY, serta Satgas Pangan Polda DIY. Hasilnya, pasokan bahan pokok strategis dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jogja, Dedi Budiono, mengatakan pemantauan ketersediaan pangan rutin dilakukan, terutama saat memasuki periode rawan inflasi seperti Ramadan.
“Dari hasil pemantauan, kami memastikan komoditas pangan dalam kondisi sangat aman,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Menurut Dedi, pemantauan dilakukan di pasar tradisional, swalayan, serta gudang distributor. Komoditas yang diawasi meliputi daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, gula pasir, hingga aneka sayuran.
Meski stok aman, Dedi mengakui terdapat fluktuasi harga di tingkat konsumen. Namun, lonjakan tersebut masih tergolong wajar dan lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan nasional. Hingga kini, ia menegaskan belum terjadi lonjakan permintaan yang signifikan.
Dalam pemantauan tersebut, TPID juga menemukan beberapa komoditas di swalayan dijual di bawah harga acuan pemerintah. Kondisi ini dinilai sebagai dampak positif dari ketersediaan pasokan yang memadai. Pemerintah Kota Jogja berharap situasi ini dapat bertahan hingga Lebaran 2026.
Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Idulfitri, TPID Kota Jogja telah menyiapkan sejumlah skema intervensi pangan. Selain itu, kerja sama antar daerah juga tengah dijajaki guna menjaga pasokan sayuran tetap stabil.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menyebut pergerakan harga selama Ramadan masih dalam batas normal.
“Secara ketersediaan dari pantauan kami aman. Bawang merah, beras, gula, hingga produk pabrikan lainnya terkendali,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Lebaran, karena pasokan pangan di DIY dipastikan mencukupi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan ecoprint untuk meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha berbasis bahan alami.
Pemberantasan judi online harus menyasar seluruh ekosistem, termasuk rekening penampung dan penegakan hukum.
Kemkomdigi telah memutus akses 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024. Sebanyak 32.500 rekening juga ditutup.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.