Bantul Creative Expo 2026 Bidik Omzet Rp2,3 Miliar
Bantul Creative Expo 2026 menargetkan omzet Rp2,367 miliar dan 110.000 pengunjung selama 1-9 Agustus di Stadion Sultan Agung Bantul.
Insinerator di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) konvensional Sandubaya, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup Bantul berencana membangun tempat pembuangan sampah (TPS) baru di Kalurahan Poncosari. Pembangunan ini dilakukan menyusul alih fungsi TPS lama yang kini digunakan sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dibangun pada tahun lalu.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menjelaskan rencana pembangunan TPS tersebut telah disosialisasikan kepada perangkat kapanewon dan kalurahan terkait. Proyek ini direncanakan dibiayai melalui APBD murni 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp200 juta.
“Lokasinya berada di utara kawasan KNMP atau di sebelah utara JJLS, dengan kapasitas tampung sekitar empat ton sampah,” kata Bambang, Sabtu (28/2/2026).
Ia menyebutkan, pembangunan TPS direncanakan mulai pertengahan 2026. Meski desain telah rampung, DLH Bantul masih akan melakukan pengecekan ulang terhadap lahan yang disiapkan guna memastikan tidak menimbulkan persoalan dengan permukiman warga sekitar.
“Nantinya TPS Poncosari akan dikelola oleh Pokdarwis setempat dengan konsep pemilahan sampah dan pengolahan komposter,” jelasnya.
Bambang menegaskan, Pemkab Bantul tidak berencana menambah TPS di lokasi lain. Menurutnya, jumlah TPS yang ada saat ini masih mencukupi untuk menangani persoalan sampah di wilayah Bantul.
“Fokus kami sekarang optimalisasi TPS yang sudah ada, seperti di Modalan, Dingkikan, dan Bawuran. Untuk jangka panjang, konsentrasi pemerintah adalah mengawal proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL),” ujarnya.
Sementara itu, Carik Kalurahan Poncosari, Sunu Aji, mengatakan TPS baru tersebut rencananya akan dikelola masyarakat Padukuhan Ngentak. Hingga kini, pihak kalurahan belum menerima informasi pasti terkait jadwal pembangunan karena sosialisasi baru sebatas pemaparan konsep dan desain.
“Desainnya nanti seperti hanggar,” ungkap Sunu.
Selama ini, warga Poncosari membuang sampah ke TPST di Dusun Wonotingal yang memiliki kapasitas lebih besar. Sunu berharap kehadiran TPS baru di Poncosari mampu mendukung penanganan sampah, terutama di tengah proyeksi peningkatan aktivitas wisata di kawasan pesisir selatan Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul Creative Expo 2026 menargetkan omzet Rp2,367 miliar dan 110.000 pengunjung selama 1-9 Agustus di Stadion Sultan Agung Bantul.
Kemensos mencoret 880 penerima bansos di Sukoharjo yang terindikasi bermain judi online. DPRD meminta langkah tegas menjadi efek jera.
DPRD Bantul meminta seleksi Pilur 2026 berlangsung transparan dan objektif jika bakal calon lurah melebihi lima orang di satu kalurahan.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.