Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Polres Gunungkidul membubarkan puluhan remaja yang nongkrong di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) kawasan Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi balap liar dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan.
Patroli Seusai Laporan Warga
Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Subarsana, mengatakan peningkatan kamtibmas selama Bulan Puasa terus dilakukan melalui operasi cipta kondisi.
Ia menjelaskan, pada Sabtu pagi pihaknya menerima laporan adanya puluhan anak muda nongkrong di JJLS kawasan Monggol dengan membawa sepeda motor. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan patroli.
“Saat mobil patroli datang puluhan pemuda sudah bubar. Tapi, ada beberapa yang masih di lokasi,” kata Subarsana saat dihubungi wartawan, Minggu siang.
Diberi Edukasi, Tidak Ada Penangkapan
Menurut Subarsana, tidak ada penangkapan dalam kegiatan tersebut. Para remaja yang masih berada di lokasi hanya diberi edukasi dan diminta pulang ke rumah masing-masing.
“Kita sosialisasikan tentang keselamatan berlalulintas serta bahaya melakukan aksi balap liar. Yang jelas, kegiatan dilakukan sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas aman dan terkendali,” katanya.
Nongkrong Seusai Subuh
Terpisah, Kapolsek Saptosari, AKP Sigit Teja Sukmana, mengatakan aktivitas nongkrong di JJLS Monggol kerap terjadi saat Bulan Puasa, khususnya seusai Salat Subuh. Namun hingga kini belum ditemukan aktivitas balap liar.
“Hanya nongkrong-nongkrong. Jadi, kami imbau agar berhati-hati dan tidak membuat keributan,” katanya.
Ia memastikan patroli rutin terus dilakukan pada sore dan pagi hari untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
“Patroli tidak hanya untuk menekan potensi balap liar, tapi juga aksi seperti perang sarung atau kejahatan lainnya. Melalui Bhabinkamtibmas, kami juga memberikan edukasi kepada orang tua agar terus memperhatikan anak agar tidak salah pergaulan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.