Investasi di Gunungkidul Tembus Rp488 Miliar dalam Enam Bulan
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat tiga warga meninggal dunia akibat Leptospirosis sejak awal 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan hingga akhir Februari 2026 tercatat 13 warga terjangkit leptospirosis di wilayah yang dikenal sebagai Gunungkidul atau Bumi Handayani.
“Untuk sebarannya ada di beberapa kapanewon. Saat ini paling banyak di Kapanewon Playen karena ada temuan lima kasus dengan dua warga meninggal dunia akibat leptospirosis,” kata Ismono, Minggu (8/3/2026).
Fatalitas Kasus Meningkat
Ismono menjelaskan angka kematian akibat leptospirosis pada awal tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, tercatat 30 kasus leptospirosis di Gunungkidul dengan satu kasus kematian. Sementara pada awal 2026, sudah terdapat tiga korban meninggal dunia dari total 13 kasus.
Menurutnya, penyakit ini perlu diwaspadai agar jumlah kasus maupun angka kematian tidak terus bertambah.
Berkaitan dengan Kebersihan Lingkungan
Ismono menjelaskan penyebaran leptospirosis berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan, mirip dengan pola penyebaran Demam Berdarah Dengue.
Namun, leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada air kencing tikus yang mencemari air atau tanah.
“Bedanya kalau leptospirosis banyak disebabkan tikus yang air kencingnya mengandung bakteri leptospira,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
Petani Diminta Waspada
Dinas Kesehatan juga mengimbau para petani untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sawah, terutama pada musim hujan.
Genangan air di area persawahan dapat menjadi media penyebaran bakteri penyebab leptospirosis, terlebih jika populasi tikus meningkat.
Ismono menyarankan petani menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan saat bekerja di sawah.
“Kalau ada luka di tubuh, setelah beraktivitas segera dicuci dengan sabun agar terhindar dari penyebaran penyakit,” katanya.
Dinkes Perkuat Deteksi Dini
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, menegaskan pihaknya berkomitmen menekan penyebaran leptospirosis di daerah tersebut.
Upaya yang dilakukan antara lain melalui kampanye perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat serta mendorong fasilitas kesehatan lebih responsif dalam mendiagnosis gejala penyakit tersebut.
“Kami juga akan mendukung dengan penyediaan alat untuk deteksi dini sehingga angka fatalitas bisa dikendalikan karena pasien dapat segera tertangani dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Bantul Creative Expo 2026 resmi dibuka di Stadion Sultan Agung. Pemkab Bantul menargetkan transaksi UMKM Rp2,367 miliar dan kunjungan 110 ribu orang selama semb
Timnas Indonesia cetak delapan gol dalam dua laga. Mitchell Baker sumbang empat gol. Siap hadapi Vietnam di Pakansari, Senin (3/8).
Trisno, bassist legendaris PAS Band, meninggal dunia pada usia 55 tahun setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit. Musisi dan penggemar menyampaika
Kelemahan taktik Vietnam terbongkar jelang lawan Indonesia. Simak analisis pengamat dan peluang Garuda lolos semifinal Piala AFF 2026
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menegaskan pembentukan mental calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus tetap mengutamakan budaya keselamatan dan manajemen