Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat tiga warga meninggal dunia akibat Leptospirosis sejak awal 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan hingga akhir Februari 2026 tercatat 13 warga terjangkit leptospirosis di wilayah yang dikenal sebagai Gunungkidul atau Bumi Handayani.
“Untuk sebarannya ada di beberapa kapanewon. Saat ini paling banyak di Kapanewon Playen karena ada temuan lima kasus dengan dua warga meninggal dunia akibat leptospirosis,” kata Ismono, Minggu (8/3/2026).
Fatalitas Kasus Meningkat
Ismono menjelaskan angka kematian akibat leptospirosis pada awal tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, tercatat 30 kasus leptospirosis di Gunungkidul dengan satu kasus kematian. Sementara pada awal 2026, sudah terdapat tiga korban meninggal dunia dari total 13 kasus.
Menurutnya, penyakit ini perlu diwaspadai agar jumlah kasus maupun angka kematian tidak terus bertambah.
Berkaitan dengan Kebersihan Lingkungan
Ismono menjelaskan penyebaran leptospirosis berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan, mirip dengan pola penyebaran Demam Berdarah Dengue.
Namun, leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada air kencing tikus yang mencemari air atau tanah.
“Bedanya kalau leptospirosis banyak disebabkan tikus yang air kencingnya mengandung bakteri leptospira,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
Petani Diminta Waspada
Dinas Kesehatan juga mengimbau para petani untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sawah, terutama pada musim hujan.
Genangan air di area persawahan dapat menjadi media penyebaran bakteri penyebab leptospirosis, terlebih jika populasi tikus meningkat.
Ismono menyarankan petani menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan saat bekerja di sawah.
“Kalau ada luka di tubuh, setelah beraktivitas segera dicuci dengan sabun agar terhindar dari penyebaran penyakit,” katanya.
Dinkes Perkuat Deteksi Dini
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, menegaskan pihaknya berkomitmen menekan penyebaran leptospirosis di daerah tersebut.
Upaya yang dilakukan antara lain melalui kampanye perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat serta mendorong fasilitas kesehatan lebih responsif dalam mendiagnosis gejala penyakit tersebut.
“Kami juga akan mendukung dengan penyediaan alat untuk deteksi dini sehingga angka fatalitas bisa dikendalikan karena pasien dapat segera tertangani dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.