Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi leptospirosis./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Angka kematian akibat penyebaran Leptospirosis di Kabupaten Gunungkidul meningkat pada awal 2026. Hingga awal Maret, tercatat tiga warga meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2025. Pada tahun lalu, dari 30 kasus leptospirosis yang ditemukan, hanya satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Tren Kasus Fluktuatif
Secara umum, jumlah kasus leptospirosis di Gunungkidul mengalami fluktuasi setiap tahun. Rinciannya antara lain pada 2022: 34 kasus, 5 kematian, di 2023.84 kasus, 4 kematian, pada 2024 29 kasus, 0 kematian, di 2025 terdapat 30 kasus, 1 kematian dan Awal 2026: 13 kasus, 3 kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan dua dari tiga korban meninggal berasal dari Kapanewon Playen.
“Total ada 13 kasus, yang meninggal tiga orang. Dua korban di antaranya berasal dari Kapanewon Playen. Kalau tahun lalu ada 30 kasus dengan korban meninggal satu orang,” kata Ismono, Minggu (8/3/2026).
Bisa Sebabkan Gagal Ginjal
Ismono menegaskan penyakit leptospirosis tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, termasuk gagal ginjal yang membuat pasien harus menjalani cuci darah secara rutin.
“Yang paling fatal, penderita bisa meninggal dunia, makanya harus dilakukan pencegahan. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan penyebaran leptospirosis memiliki pola yang hampir mirip dengan Demam Berdarah Dengue karena sering meningkat pada musim hujan.
Penyakit ini umumnya menyebar melalui lingkungan yang terkontaminasi air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala leptospirosis yang perlu diwaspadai antara lain Demam dan tubuh panas, Pusing, Mata memerah, Nyeri pada luka atau bagian tubuh tertentu.
Upaya Pencegahan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, mengatakan pihaknya berkomitmen menekan penyebaran leptospirosis di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Handayani.
Upaya yang dilakukan antara lain melalui kampanye gerakan hidup bersih dan sehat serta mendorong fasilitas kesehatan lebih responsif dalam mendeteksi gejala penyakit tersebut.
“Kami juga akan mendukung dengan penyediaan alat untuk deteksi dini sehingga angka fatalitas bisa dikendalikan karena pasien dapat segera tertangani dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.
Korban tewas di Gaza mencapai 74.016 orang sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 175.068 warga Palestina dilaporkan terluka.