Lurah Terpilih di Bantul Harus Rangkul Warga yang Berbeda Pilihan
Pilur Bantul di 30 kalurahan berjalan lancar. DPRD meminta lurah terpilih merangkul semua elemen dan menjaga kebersamaan warga.
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Fathur Rochman
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono II terus diperkuat melalui berbagai forum akademik. Salah satunya melalui Seminar Nasional bertajuk “Jejak Kepahlawanan Sultan HB II” yang direncanakan menghadirkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai pembicara kunci.
Seminar nasional tersebut dijadwalkan berlangsung secara hybrid di Jakarta dan menjadi bagian penting dari tahapan penyusunan naskah akademik sebagai syarat administrasi terakhir sebelum pengajuan gelar Pahlawan Nasional diajukan ke Kementerian Sosial.
Kegiatan ilmiah ini diinisiasi oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika yang berkomitmen memperkuat kajian sejarah mengenai peran Sultan HB II dalam perjuangan melawan kolonialisme di Tanah Jawa.
Perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo dan Sri Sultan HB X akan memberi bobot tersendiri terhadap upaya pengakuan sejarah bangsa terhadap sosok Sultan HB II.
“Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan. Apalagi beliau memiliki kedekatan historis sebagai bagian dari trah Sultan HB II,” ujar Fajar, Rabu (11/4/2026).
Menurut Fajar, selain kapasitasnya sebagai kepala negara, Presiden Prabowo juga memiliki hubungan genealogis dengan Sultan HB II yang dikenal sebagai pemimpin yang gigih menentang kolonialisme pada masanya.
Dalam seminar tersebut, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan turut hadir untuk mengulas perjalanan perjuangan Sultan HB II yang memiliki nama kecil Raden Mas Sundoro. Pembahasan akan menyoroti konsistensi sang sultan dalam menghadapi kekuatan kolonial, termasuk peristiwa bersejarah Geger Sepehi.
Fajar menjelaskan forum ilmiah itu diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kajian sejarah sekaligus melengkapi naskah akademik pengusulan gelar pahlawan.
“Acara ini direncanakan mengundang tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Fokus utamanya adalah membedah konsistensi Raden Mas Sundoro dalam menentang kolonialisme,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan moral dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan akademisi, diharapkan mampu memperkuat legitimasi historis atas jasa-jasa Sultan HB II dalam perjuangan bangsa.
“Kami menargetkan tahun 2026 ini gelar Pahlawan Nasional sudah bisa disematkan. Kami memohon doa restu agar sosok Raden Mas Sundoro segera mendapatkan tempat terhormat atas dedikasinya menjaga kedaulatan tanah Jawa,” pungkas Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Bantul di 30 kalurahan berjalan lancar. DPRD meminta lurah terpilih merangkul semua elemen dan menjaga kebersamaan warga.
SDN Purwosari memanfaatkan sekitar 600 galon bekas untuk kebun sekolah. Siswa belajar bertani, mengolah limbah, dan mengenal ketahanan pangan.
Sahran Hadziq meraih gelar doktor hukum di FH UII lewat disertasi tentang sistem pemidanaan nasional berbasis kearifan lokal masyarakat adat Bali.
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026 mengatur komisi pengemudi, perlindungan sosial, transparansi biaya, dan layanan pengaduan konsumen.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.