Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi pedagang. - Harian Jogja.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul resmi mengoperasikan 30 gerai khusus berlabel "Toko Kendali Inflasi" di tiga pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga pangan.
Melalui inisiatif ini, para pedagang terpilih bertindak sebagai agen penyalur barang kebutuhan pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar demi menjamin daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heryani, mengungkapkan bahwa puluhan titik tersebut tersebar di lokasi-lokasi strategis.
“Lokasi toko kendali inflasi ada 24 pedagang di Pasar Argosari [Kapanewon Wonosari], lima pedagang di Pasar Playen dan satu pedagang di Pasar Semin,” kata Ris Heryani, Selasa (17/3/2026).
Program ini dilaksanakan sebagai respons nyata dalam menjaga keterjangkauan dan ketersediaan stok barang pokok di tengah fluktuasi harga.
Teknisnya, pemerintah menggelar operasi pasar pada komoditas tertentu, seperti gula pasir dan minyak goreng, yang kemudian disalurkan melalui pedagang mitra dengan nilai subsidi antara Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.
Meskipun terbuka bagi seluruh warga, program subsidi ini diprioritaskan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Ris Heryani menambahkan bahwa kelancaran suplai barang merupakan hasil kolaborasi dengan BUMN seperti Bulog dan PT Rajawali Nusantara Indonesia, dengan pengawasan ketat agar pedagang tetap mematuhi ketentuan harga yang telah disepakati.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa kehadiran toko pengendali inflasi ini merupakan buah sinergi antara pemkab, Bulog, hingga Bank Indonesia perwakilan DIY.
“Tujuannya untuk memastikan stok tersedia agar harga di pasaran juga terkendali,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Endah tersebut.
Menjelang momentum Lebaran, tren kenaikan harga pangan menjadi perhatian utama pemerintah daerah guna mencegah keresahan di masyarakat.
Antisipasi melalui intervensi pasar ini diharapkan mampu meredam gejolak harga secara efektif sehingga kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan warga di Bumi Handayani.
“Dengan program ini membuktikan pemkab hadir untuk membantu dalam menjaga keberadaan stok maupun stabilitas harga barang kebutuhan pokok di masyarakat. Makanya, dalam program ini harganya lebih murah,” tegas Mbak Endah.
Pemerintah optimistis keberadaan agen-agen ini akan memperpendek rantai distribusi subsidi langsung ke tangan konsumen akhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.