Dugaan Pungli Food Truck di Alkid Jogja, Anggota Polsek Kraton Aipda S Masuk Patsus
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Suasana objek wisata Taman Sari, pada Selasa (24/3/2026) siang. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Suasana berbeda terlihat di kawasan Tamansari saat libur Lebaran 2026. Antrean panjang yang biasanya muncul sejak pagi kini tak lagi terlihat, menandakan kunjungan wisatawan belum mengalami lonjakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini terpantau hingga Selasa (24/3/2026), ketika jumlah wisatawan yang datang masih berada di kisaran rata-rata sekitar 2.000 orang per hari. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan kunjungan pada masa libur biasa.
Supervisor Wisata Tamansari, Ridwan Syam, mengatakan peningkatan kunjungan sempat terjadi pada H+3 Idulfitri. Namun, tren tersebut tidak bertahan lama dan kembali menurun pada hari berikutnya.
“Mulai ramai itu kemarin, Lebaran ketiga. Hari ini justru ada penurunan dibanding kemarin, tapi kami belum rekap data karena operasional belum tutup,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa jumlah kunjungan saat Lebaran kali ini tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Padahal, pada periode Lebaran biasanya terjadi peningkatan tajam dibanding hari biasa.
“Rata-rata sekitar 2.000-an. Itu sebenarnya angka peak season biasa, bukan Lebaran. Biasanya satu minggu itu 1.800 sampai 2.000. Jadi untuk Lebaran ini tidak ada peningkatan,” kata Ridwan.
Menurutnya, sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut. Selain faktor ekonomi, momentum libur yang berdekatan dengan periode Natal dan Tahun Baru serta jadwal masuk sekolah turut memengaruhi minat wisatawan.
“Kalau kami lihat mungkin karena anak-anak sudah mau masuk sekolah. Selain itu, dampak liburan Nataru kemarin juga masih terasa. Ekonomi juga berpengaruh,” ucapnya.
Perbedaan suasana juga terlihat dari aktivitas pagi hari. Jika pada libur Nataru antrean sudah mengular sejak pukul 07.30 WIB, kini hingga pukul 08.00 WIB belum tampak antrean.
“Kalau Nataru itu pagi jam 07.30 sudah antre panjang. Sekarang jam 8 belum ada antrean,” jelasnya.
Penurunan juga terjadi pada wisatawan mancanegara. Biasanya, pengunjung dari Malaysia, Singapura, dan Brunei cukup mendominasi saat Lebaran, namun kali ini jumlahnya lebih sedikit.
“Biasanya banyak wisatawan dari Malaysia, Singapura, Brunei, tapi sekarang sedikit. Mungkin ada faktor global seperti kondisi geopolitik,” katanya.
Ridwan turut membandingkan kondisi saat ini dengan periode sebelum dan setelah pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, kunjungan saat Lebaran bisa mencapai lebih dari 6.000 hingga 8.000 orang per hari.
Namun setelah pandemi, angka tersebut sempat turun drastis menjadi sekitar 200 hingga 300 orang per hari. Saat ini jumlah kunjungan memang sudah meningkat, tetapi belum kembali ke level sebelum pandemi.
“Sebelum Covid bisa di atas 6.000 bahkan 8.000 orang saat Lebaran. Setelah Covid sempat hanya 200 sampai 300 orang per hari. Sekarang memang sudah naik, tapi belum seperti dulu,” ujarnya.
Dari sisi asal wisatawan, mayoritas pengunjung masih berasal dari luar DIY seperti Temanggung, Tawangmangu, dan Solo. Sementara wisatawan dari luar Pulau Jawa mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
“Mayoritas dari luar DIY, seperti Temanggung, Tawangmangu, Solo. Tapi yang dari luar Jawa sekarang lebih sedikit dibanding tahun lalu,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, pengelola Tamansari juga menghadapi keterbatasan dalam melakukan promosi. Status kawasan sebagai bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang diakui UNESCO membuat penyelenggaraan acara harus mengikuti aturan ketat.
“Kami tidak berani bikin event sembarangan karena aturan heritage. Harus sesuai filosofi dan tidak boleh melanggar. Jadi memang terbatas,” ujarnya.
Meski begitu, pengelola tetap berupaya menjaga kunjungan wisatawan di tengah berbagai tantangan yang ada. “Ya kita maklum, kondisi sekarang seperti ini. Kami tetap berjuang,” kata Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.