Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan temuan Tuberculosis (TB) di DIY jadi alarm kesehatan. Hampir seribu kasus ditemukan dalam dua bulan pertama 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa tren penemuan kasus TB dalam beberapa tahun terakhir masih fluktuatif. Pada 2024 tercatat 6.996 kasus, kemudian menurun menjadi 5.928 kasus pada 2025, dan hingga Februari 2026 telah ditemukan 995 kasus.
“2026 sampai dengan Februari sebanyak 995 kasus,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, jumlah kasus yang ditemukan dan langsung diobati justru menjadi indikator positif dalam penanganan TB. Semakin banyak kasus terdeteksi dari target sasaran, maka semakin cepat pula penanganan dilakukan untuk menekan risiko penularan.
“Itu semakin baik karena meminimalkan risiko penularan,” katanya.
Indikator utama dalam pengendalian TB meliputi angka penemuan kasus dan tingkat keberhasilan pengobatan. Dalam tiga tahun terakhir, tingkat keberhasilan pengobatan TB di DIY berada di kisaran 90 persen.
“Angka keberhasilan pengobatan TB lebih-kurang 90 persen di tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Skrining Diperluas hingga Desa dan Kawasan Wisata
Upaya penemuan kasus terus diperkuat melalui berbagai program skrining. Pada Januari 2026, DIY menerima bantuan alat Portable X-Ray dari Kementerian Kesehatan yang digunakan untuk menjangkau pemeriksaan hingga tingkat desa.
Langkah ini dinilai penting meski DIY bukan termasuk daerah dengan kasus tertinggi. Posisi geografis DIY yang berada di tengah Pulau Jawa membuatnya tetap berisiko karena berbatasan dengan wilayah dengan kasus TB tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Selain itu, Dinkes DIY juga menjalankan program Active Case Finding (ACF) berbasis laboratorium. Program ini sebelumnya menyasar ribuan pelaku wisata di kawasan Malioboro dan Keraton pada akhir 2025 sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan.
Target Nasional Belum Tercapai
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyebut capaian penemuan kasus TB di DIY masih di bawah target nasional. Saat ini, angka penemuan baru mencapai 63 persen, sementara target nasional berada di angka 90 persen.
“Penemuan kasus baru mencapai 63 persen dari target nasional 90 persen,” katanya.
Ia menekankan bahwa upaya penanganan TB tidak bisa hanya bergantung pada sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat deteksi dan penanganan kasus di masyarakat.
“Kolaborasi Balai Besar Labkesmas, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, komunitas, dan asosiasi pelaku wisata DIY menunjukkan bahwa penanganan TB bukan semata urusan medis, melainkan gerakan sosial yang melibatkan semua pihak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jose Mourinho dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk kembali melatih Real Madrid dengan kontrak dua tahun.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.