Ribuan Siswa di Bantul Jalani MPLS Ramah Tanpa Perundungan
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Foto ilustrasi pameran teh Internasional, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL— Industri teh nasional mendapat dorongan baru melalui pameran berskala nasional yang akan digelar di Jogja Expo Center (JEC) di Bantul pada 8–11 April 2026, dengan fokus pada penguatan hilirisasi produk.
Ajang ini tidak hanya menampilkan produk teh, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan peluang bisnis baru bagi pelaku usaha, termasuk UMKM yang ikut ambil bagian dalam pameran tersebut.
CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyampaikan pameran ini merupakan kali kedua digelar di Bantul dan menjadi pembuka rangkaian event serupa di berbagai kota sepanjang 2026.
“Ini merupakan rangkaian pameran yang kami gelar di sejumlah kota Indonesia pada tahun ini,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Di JEC, seluruh gedung akan digunakan untuk pameran yang diikuti sekitar 110 peserta, termasuk 30 pelaku UMKM. Selain produk teh, pengunjung juga akan menemukan sektor makanan minuman, percetakan, dan kemasan.
Berbagai kegiatan juga disiapkan, mulai dari lomba kuliner seperti mi godog, nasi goreng, hingga jajanan pasar, hingga kelas edukasi teh (tea class) yang digelar setiap hari selama pameran.
“Nanti juga ada tea class di hari pertama tanggal 8, 9, 10, 11 ada kelas-kelas mengenai teh untuk edukasi dan menumbuhkan pelaku usaha di bidang teh,” jelasnya.
Ketua Umum Dewan Teh Indonesia, Iriana Ekasari, menilai pameran ini sejalan dengan upaya mendorong hilirisasi produk perkebunan agar memiliki nilai tambah.
“Karena melalui hilirisasi produk, perkebunan kita memetik nilai tambah dari hasilnya mereka,” katanya.
Ia mengungkapkan kondisi industri teh nasional saat ini tengah menghadapi tantangan, mulai dari penyusutan luas lahan hingga harga di tingkat petani yang stagnan.
Di sisi lain, pasar domestik justru dibanjiri produk teh impor, sehingga produk lokal perlu diperkuat melalui inovasi dan hilirisasi.
“Makanya produk perkebunan itu harus juga menghilir. Nah caranya bagaimana? Tentu ada kiat-kiatnya supaya terjadi persaingan sehat. Karena produk yang unggullah yang akan dipilih oleh konsumen,” ungkapnya.
Dalam pameran tersebut, pengunjung juga akan mendapatkan edukasi langsung dari pelaku industri, termasuk dari perkebunan legendaris seperti Kebun Teh Tambi yang berdiri sejak 1863.
Selain itu, tersedia pelatihan meracik teh hingga minuman berbasis susu (milktea) yang dapat menjadi peluang usaha baru, khususnya bagi pelaku UMKM dan generasi muda.
Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang bisnis baru, termasuk mendorong lahirnya usaha kecil seperti gerai teh yang dapat dikembangkan oleh lulusan sekolah maupun pelaku usaha pemula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Dosen UMY Aly Aulia menilai kasus dugaan pembakaran santri di Lombok menjadi momentum memperkuat sistem perlindungan anak di pesantren.
KPK menyebut tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor risiko korupsi kepala daerah. Sebanyak 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah menjadi tersangk
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.
Dishub DIY kembali menggelar program becak listrik gratis keliling Malioboro pada 21 Juli 2026. Berikut jadwal, lokasi, dan cara mengikutinya.
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.