Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyalami warga satu per satu saat open house syawalan Lebaran 2019 di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (10/6/2019)/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA — Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, akan menggelar open house Idulfitri 1447 Hijriah di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Senin (30/3/2026). Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum sebagai momen silaturahmi langsung antara pemimpin daerah dan warga.
Acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, dengan pembatasan waktu karena Sultan memiliki agenda lanjutan pada siang hari.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa open house ini menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
“Pada prinsipnya untuk open house itu adalah bagaimana pimpinan daerah bertemu dengan rakyatnya,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Sebagai daya tarik utama, Pemda DIY menyiapkan sekitar 70 angkringan yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Konsep ini dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat, di mana setiap angkringan mengambil komponen makanan dari berbagai pelaku usaha kecil.
“Kami melibatkan UMKM banyak. Satu angkringan itu dia akan ambil nasi kucingnya di mana, sate di mana. Ini bukan cuma satu catering perusahaan tertentu,” paparnya.
Meski terbuka untuk umum, masyarakat diimbau datang lebih awal karena acara hanya berlangsung hingga pukul 11.00 WIB.
Pembatasan ini dilakukan karena Sultan dijadwalkan menghadiri agenda lain pada pukul 13.00 WIB.
“Terbuka untuk umum, tapi jamnya kami batasi, karena jam 13.00 beliau ada agenda courtesy,” katanya.
Open house di Kepatihan merupakan agenda rutin yang digelar setiap Lebaran oleh Sri Sultan HB X.
Kegiatan ini selalu disambut antusias warga dari berbagai wilayah DIY yang datang untuk bersalaman langsung sekaligus merasakan suasana kebersamaan di hari raya.
Dengan konsep melibatkan UMKM dan suasana santai khas angkringan, open house tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil di Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.