Harga Pangan Turun! Jogja Alami Deflasi Usai Lebaran
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Warga Gedongtengen mengikuti sosialisasi budidaya bawang merah di Kemantren Gedongtengen pada Kamis (9/4/2026)/ (Dok. Kemantren Gedongtengen)
Harianjogja.com, JOGJA — Kemantren Gedongtengen mendorong warga memanfaatkan lahan sempit di kawasan perkotaan dengan membudidayakan bawang merah menggunakan media pot. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan ruang.
Dorongan ini muncul sebagai respons atas tantangan krisis pangan dan energi global, sekaligus untuk mengoptimalkan potensi pekarangan di wilayah padat penduduk.
Mantri Pamong Praja Gedongtengen, Pargiyat, menegaskan bahwa pertanian berbasis pekarangan perlu terus digalakkan. Ia mendorong gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk aktif mengembangkan budidaya bawang merah dalam pot.
“Kita perlu meningkatkan semangat pengelolaan pertanian berbasis pekarangan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pelaku usaha,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, penggunaan pot menjadi solusi efektif di wilayah perkotaan karena hemat lahan sekaligus memudahkan perawatan dan pengawasan tanaman.
Untuk mendukung program tersebut, Kemantren Gedongtengen menggelar sosialisasi budidaya bawang merah. Dalam kegiatan itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) memberikan panduan teknis kepada peserta.
Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bibit unggul, penyusunan media tanam, hingga teknik perawatan. Media tanam yang dianjurkan adalah campuran tanah gembur, pupuk organik, dan sekam dengan sistem drainase yang baik.
Teknik Budidaya Bawang Merah di Pot
Bibit yang digunakan harus berupa umbi sehat, bebas hama, dan telah melewati masa dormansi. Penanaman dilakukan satu umbi per pot atau lubang tanam.
Perawatan meliputi penyiraman rutin, penyiangan, serta pemupukan dasar dan susulan secara berkala. Pengendalian hama dianjurkan menggunakan metode alami agar hasil tetap aman dikonsumsi.
Tanaman bawang merah umumnya dapat dipanen setelah berumur sekitar 60 hari, ditandai dengan daun menguning dan umbi yang matang. Setelah panen, dilakukan proses pelayuan dan pengeringan untuk menjaga kualitas hasil.
Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, budidaya ini juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi warga jika dikelola secara berkelanjutan.
Pargiyat berharap masyarakat dapat menerapkan metode ini secara mandiri di lingkungan masing-masing sehingga tercipta kemandirian pangan di wilayah perkotaan.
Dengan pemanfaatan lahan sempit melalui budidaya bawang merah di pot, warga Gedongtengen tidak hanya menjaga ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di tengah keterbatasan ruang perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.