9 SPPG di Kota Jogja Ditutup, Ini Penyebabnya

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 11 Juni 2026 12:37 WIB
9 SPPG di Kota Jogja Ditutup, Ini Penyebabnya

Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah Kota Jogja untuk sementara waktu terhenti setelah sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasionalnya. Sekolah berharap distribusi MBG dapat kembali berjalan saat tahun ajaran baru dimulai agar siswa kembali memperoleh layanan pemenuhan gizi dari program tersebut.

Penghentian operasional SPPG tersebut berkaitan dengan perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi persyaratan teknis. Pemerintah Kota Jogja menyebut sebagian SPPG masih menjalani proses perbaikan dan verifikasi sebelum diizinkan kembali beroperasi.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja, Hilmi Arifin, mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa terdapat sembilan SPPG di wilayah Kota Jogja yang menghentikan kegiatan operasional sejak akhir Mei 2026.

Menurut Hilmi, seluruh penghentian sementara itu disebabkan fasilitas IPAL di masing-masing SPPG memerlukan pembenahan agar memenuhi standar yang ditetapkan.

"Semuanya karena IPAL. Informasinya IPAL perlu perbaikan, belum memenuhi syarat teknis. Sehingga kalau sudah diperbaiki mereka mengajukan permohonan [operasional kembali] ke BGN," katanya, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, setelah proses perbaikan selesai, pengelola SPPG harus mengajukan permohonan operasional kembali kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Selanjutnya BGN akan melakukan verifikasi ulang untuk memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi.

Apabila hasil verifikasi menyatakan fasilitas tersebut layak beroperasi, BGN akan menerbitkan surat persetujuan sehingga SPPG dapat kembali menyalurkan paket MBG kepada sekolah-sekolah penerima manfaat.

Hilmi menyebut salah satu SPPG yang sebelumnya dihentikan operasionalnya telah kembali beroperasi setelah menyelesaikan perbaikan IPAL dan memenuhi ketentuan teknis yang dipersyaratkan.

Sementara itu, Kepala SMP Stella Duce 2 Jogja, R. V. Banu Hastha Kunjana, mengungkapkan sekolahnya mulai menerima program MBG sejak Mei 2025. Namun, distribusi makanan bergizi dari SPPG berhenti sejak akhir Mei tahun ini.

"Terakhir kami menerima tanggal 26 Mei 2026, sehari terakhir sebelum Iduladha. Kemudian tanggal 28 Mei 2026 kami mendapatkan informasi dari SPPG ada penghentian karena ada pemeriksaan IPAL," katanya.

Menurut Banu, sejak 28 Mei hingga 11 Juni 2026 sekolahnya belum kembali menerima distribusi MBG. Hingga kini pihak sekolah juga belum memperoleh informasi lebih lanjut terkait jadwal penyaluran kembali program tersebut.

Selama ini SMP Stella Duce 2 Jogja menerima pasokan MBG dari SPPG Mantrijeron. Di tengah penghentian sementara tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan karena sekolah sedang memasuki masa ujian semester.

Banu mengatakan siswa diminta membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin sekolah untuk memenuhi kebutuhan makan siang selama program MBG belum kembali berjalan.

"Kalau melihat jadwal, minggu depan mereka sudah menerima rapor. Saya kira tidak akan mengganggu kalau sampai akhir tahun ajaran ini tidak ada MBG, mungkin di tahun ajaran baru MBG dilakukan lagi," ujarnya.

Ia menilai kualitas menu MBG yang selama ini diterima siswa sudah cukup baik dan memenuhi kebutuhan gizi harian. Paket makanan yang dibagikan umumnya terdiri atas sumber karbohidrat seperti nasi atau ubi, sayuran, serta protein yang berasal dari tempe, telur, maupun ayam.

Sebanyak 293 siswa di SMP Stella Duce 2 Jogja menerima MBG lima kali dalam sepekan. Makanan biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB dan dikonsumsi siswa saat jam istirahat pada pukul 09.05 hingga 09.20 WIB.

Saat melakukan penelusuran di kantor SPPG Mantrijeron, Harian Jogja tidak menemukan perwakilan pengelola yang dapat memberikan keterangan terkait penghentian sementara penyaluran MBG. Di lokasi hanya terlihat sejumlah pekerja yang sedang melakukan perbaikan pada bagian belakang bangunan.

Para pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui informasi mengenai operasional SPPG maupun penanggung jawab lembaga tersebut. Mereka juga menyatakan tidak pernah bertemu langsung dengan pengelola SPPG selama proses pekerjaan berlangsung.

Sementara itu, Kepala SPPG Wilayah Kota Jogja, Atin, telah dihubungi melalui pesan singkat dan panggilan WhatsApp untuk dimintai konfirmasi terkait penghentian distribusi MBG. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online