JPU Sebut Pengaturan Kuota Haji Tambahan Lewat Satu Pintu
Jaksa KPK mengungkap pengisian kuota haji tambahan 2023-2024 dilakukan melalui satu pintu lewat Fuad Hasan Masyhur. Fakta itu terungkap dalam sidang dakwaan man
Pangan inovatif berupa roti sourdough berbasis beras lokal Gunungkidul Segreng Handayani yang dikembangkan oleh perekayasa dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dyah Ayu Puspitasari. - ANTARA/ist-BRIN
Harianjogja.com, JAKARTA— Inovasi pangan berbasis lokal kembali dikembangkan, kali ini melalui pemanfaatan beras merah dari Gunungkidul menjadi adonan sourdough yang lebih sehat dan fungsional.
Perekayasa dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Dyah Ayu Puspitasari, mengungkapkan beras merah varietas Segreng Handayani memiliki potensi besar sebagai bahan dasar sourdough.
Beras lokal yang tumbuh di lahan kering di Gunungkidul ini diketahui kaya pati, serat, serta senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, dan gamma-orizanol. Melalui proses fermentasi, kandungan tersebut menjadi lebih mudah diserap tubuh.
"Melalui proses fermentasi, senyawa-senyawa tersebut menjadi lebih mudah diserap tubuh atau bioavailabilitas meningkat. Melalui proses fermentasi tersebut akan dihasilkan senyawa aroma seperti 4-vinyl guaiacol yang memberikan karakter khas pada produk akhir," jelas Dyah.
Ia menambahkan, sourdough berbasis beras merah tidak hanya menawarkan cita rasa unik, tetapi juga manfaat kesehatan seperti lebih mudah dicerna dan membantu menjaga kestabilan gula darah.
Dalam prosesnya, sourdough merupakan sistem fermentasi alami yang melibatkan interaksi ragi dan bakteri asam laktat. Fermentasi ini menghasilkan gas dan asam yang membentuk tekstur, rasa, sekaligus meningkatkan daya simpan produk secara alami.
Berbeda dengan roti komersial yang menggunakan ragi instan, sourdough mengandalkan fermentasi lambat. Proses ini memungkinkan perubahan pada pati dan protein sehingga menghasilkan aroma, rasa, dan tekstur yang lebih kompleks.
Namun, pengembangan sourdough berbasis non-terigu juga menghadapi tantangan, terutama karena tidak mengandung gluten sebagai pembentuk struktur roti. Akibatnya, tekstur cenderung lebih padat dan lembap.
Selain itu, proses fermentasi alami sangat dipengaruhi faktor lingkungan seperti suhu, waktu, dan mikroflora lokal, sehingga konsistensi produk menjadi tantangan dalam produksi skala besar.
Meski demikian, peluang pengembangan pangan lokal tetap terbuka luas. Inovasi ini dinilai mampu menghadirkan alternatif pangan sehat sekaligus memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal.
"Pangan lokal kita memiliki kekayaan rasa, tekstur, dan nilai gizi yang luar biasa. Melalui pendekatan fermentasi alami, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghadirkan solusi pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Dyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jaksa KPK mengungkap pengisian kuota haji tambahan 2023-2024 dilakukan melalui satu pintu lewat Fuad Hasan Masyhur. Fakta itu terungkap dalam sidang dakwaan man
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.