Kasus Ebola Meningkat, Indonesia Perlu Perkuat Kewaspadaan
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Duta Besar Britania Raya untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Britania Raya kian erat melalui sektor pendidikan karakter. Hal ini tampak saat Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, melakukan kunjungan resmi ke Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta di Sedayu, Bantul, Kamis (9/4/2026).
Kedatangan Jermey bukan sekadar kunjungan biasa. Ia secara khusus menyematkan penghargaan bergengsi Gold Medal The Duke of Edinburgh’s International Award kepada siswa Kader Tingkat 6 Mu’allimin. Penghargaan ini merupakan apresiasi internasional bagi pemuda yang dinilai memiliki ketangguhan dan kontribusi sosial yang tinggi.
Dalam agenda bertajuk Award in Action tersebut, Dominic Jermey memberikan perhatian khusus terhadap pola pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah. Ia memandang bahwa generasi muda saat ini berdiri di garda terdepan dalam menghadapi dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
Kaum muda memikul tanggung jawab yang sangat krusial sebagai agen perubahan. Menurutnya, inovasi dan solusi atas permasalahan masa depan bergantung pada sejauh mana kapasitas pemuda diasah sejak dini.
Ia secara terbuka memuji konsistensi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada para santrinya. Baginya, kecerdasan akademik tanpa fondasi karakter yang kokoh tidak akan cukup untuk membuat seseorang berkontribusi nyata di tengah masyarakat luas.
"Pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan positif di masa depan," ujar Dominic Jermey dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program The Duke of Edinburgh’s International Award ini menjadi jembatan kolaborasi yang manis antara Inggris dan Indonesia dalam mencetak pemimpin masa depan.
Direktur Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Lailan Arqam menyatakan bahwa raihan Gold Medal ini menjadi validasi atas kualitas santri mereka di kancah internasional. Arqam menyebut keberhasilan ini kian mempertegas posisi Mu’allimin sebagai institusi pendidikan kader yang memiliki daya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Pihak madrasah memaparkan bahwa kurikulum internal mereka selama ini memang berjalan beriringan dengan empat pilar utama The Duke of Edinburgh’s International Award, yakni pengabdian, pengembangan keterampilan, aktivitas fisik, petualangan.
"Capaian Gold Medal tersebut menjadi bukti kualitas kader Mu’allimin yang mampu bersaing di tingkat internasional," tegas Lailan Arqam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.