31 Dispensasi Nikah di Jogja Jadi Dasar Lahirnya Program MALIKA
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Petugas saat menyelidiki lokasi penemuan pria lansia meninggal dunia di Muja Muju, Umbulharjo, pada Sabtu (18/4/2026) sore. Ist/ Humas Polresta Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Warga di Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja digegerkan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Sabtu (18/4/2026) sore.
Kejadian ini terungkap setelah warga mencium bau tak sedap yang menyengat dari sekitar rumah korban. Peristiwa itu pun membuat geger warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Korban berinisial BEP (61) diketahui sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas sejak terakhir kali terlihat oleh warga pada Kamis (16/4/2026). Kondisi tersebut memicu kecurigaan tetangga yang kemudian mencoba memastikan keadaan di sekitar rumah. Selain itu warga mencium bau tak sedap di sekitar rumah korban.
“Jadi diketahui adanya korban meninggal ini berawal saat warga merasa curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah, lalu tercium bau menyengat dari dalam,” ujar Anton Budi Susilo, PS Kasihumas Polresta Jogja, Sabtu (18/4/2026).
Saat dicek dari luar pagar bersama ketua RT dan warga, pintu rumah diketahui dalam kondisi terbuka meski gerbang terkunci. Dari celah tersebut, warga kaget ketika melihat korban terlihat sudah tergeletak dalam posisi telungkup dan dikerubungi lalat.
“Setelah dicek bersama ketua RT dan warga, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya,” kata Anton.
Warga pun segera melapor ke pihak kepolisian. Laporan warga segera ditindaklanjuti oleh Polsek Umbulharjo yang datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara. Petugas melakukan olah TKP serta pendataan terhadap korban dan saksi.
Tim Inafis Polresta Jogja turut dilibatkan untuk melakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Pelibatan Tim Infais ini guna memastikan kondisi korban secara menyeluruh dan melihat kemungkinan penyebab meninggal korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena sakit. Selain itu pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap korban,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
MotoGP Aragon 2026 digelar 28-30 Agustus. Veda Ega Pratama datang dengan modal finis P9 di Silverstone. Simak jadwal lengkap dan prediksi persaingan Moto3 di si
Google Gemini resmi tembus 1 miliar pengguna aktif bulanan, menjadi produk tercepat dalam sejarah perusahaan. 63% pengguna bicara langsung dengan AI. Simak pers
MotoGP sedang mengkaji penerapan jendela transfer ala sepak bola untuk mengatur perekrutan pembalap. Langkah ini muncul setelah 80% kursi 2027 terisi sebelum mu
Media Vietnam menilai prestasi John Herdman bersama Timnas Indonesia masih berada di bawah Shin Tae-yong dan Alfred Riedl setelah Garuda gagal lolos fase grup A
Survei Kaspersky menunjukkan 77% masyarakat Indonesia mengakses internet melalui ponsel. Ketergantungan tinggi ini membuat risiko kebocoran data dan serangan si