Pria Ditemukan Tewas di Tegalrejo, Polisi Pastikan Tanpa Kekerasan
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Petugas saat menyelidiki lokasi penemuan pria lansia meninggal dunia di Muja Muju, Umbulharjo, pada Sabtu (18/4/2026) sore. Ist/ Humas Polresta Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Warga di Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja digegerkan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Sabtu (18/4/2026) sore.
Kejadian ini terungkap setelah warga mencium bau tak sedap yang menyengat dari sekitar rumah korban. Peristiwa itu pun membuat geger warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Korban berinisial BEP (61) diketahui sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas sejak terakhir kali terlihat oleh warga pada Kamis (16/4/2026). Kondisi tersebut memicu kecurigaan tetangga yang kemudian mencoba memastikan keadaan di sekitar rumah. Selain itu warga mencium bau tak sedap di sekitar rumah korban.
“Jadi diketahui adanya korban meninggal ini berawal saat warga merasa curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah, lalu tercium bau menyengat dari dalam,” ujar Anton Budi Susilo, PS Kasihumas Polresta Jogja, Sabtu (18/4/2026).
Saat dicek dari luar pagar bersama ketua RT dan warga, pintu rumah diketahui dalam kondisi terbuka meski gerbang terkunci. Dari celah tersebut, warga kaget ketika melihat korban terlihat sudah tergeletak dalam posisi telungkup dan dikerubungi lalat.
“Setelah dicek bersama ketua RT dan warga, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya,” kata Anton.
Warga pun segera melapor ke pihak kepolisian. Laporan warga segera ditindaklanjuti oleh Polsek Umbulharjo yang datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara. Petugas melakukan olah TKP serta pendataan terhadap korban dan saksi.
Tim Inafis Polresta Jogja turut dilibatkan untuk melakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Pelibatan Tim Infais ini guna memastikan kondisi korban secara menyeluruh dan melihat kemungkinan penyebab meninggal korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena sakit. Selain itu pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap korban,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.