Plataran Senopati Jogja Jadi Foodcourt, Berdayakan Eks Jukir
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Petugas Damkarmat mengevakuasi ular kobra dari rumah seorang warga./Ist
Harianjogja.com, JOGJA — Damkarmat Kota Jogja mencatat lonjakan signifikan laporan evakuasi ular selama musim penghujan. Dalam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, jumlah penanganan mencapai rata-rata 16 kasus per bulan, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan musim kemarau yang hanya berkisar 8 hingga 9 kasus.
Kepala Damkarmat Kota Jogja, Taokhid, menyebut sebagian besar laporan berasal dari kawasan permukiman padat penduduk. Ular kerap ditemukan memasuki area rumah warga dan bersembunyi di berbagai lokasi yang tidak terduga.
Menurutnya, laporan yang masuk cukup beragam, mulai dari ular yang ditemukan di dalam kamar, kendaraan seperti motor dan mobil, hingga tumpukan pakaian di dalam rumah. Kondisi ini membuat warga kerap panik dan memilih melapor ke petugas untuk penanganan lebih lanjut.
Dari sisi jenis, ular yang paling sering ditemukan adalah ular piton dengan panjang rata-rata 2 hingga 3 meter. Ular jenis ini umumnya tidak berbisa dan memangsa hewan kecil seperti tikus. Sementara itu, temuan ular berbisa di wilayah Kota Jogja tergolong relatif jarang.
Taokhid menjelaskan, meningkatnya kemunculan ular saat musim hujan dipicu oleh kondisi habitat alami yang terganggu. Genangan air di sarang atau area persembunyian memaksa ular keluar mencari tempat yang lebih kering dan aman, termasuk ke lingkungan permukiman warga.
Meski ada sebagian masyarakat yang sudah memiliki kemampuan dasar dalam menangani ular, sebagian besar tetap mengandalkan bantuan petugas Damkarmat demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan. Penataan barang-barang di dalam rumah juga penting agar tidak menjadi tempat persembunyian ular. Selain itu, warga disarankan mengenali jenis ular agar tidak langsung panik saat menemukannya.
“Pada dasarnya, jika tidak diganggu, ular akan mencari jalan keluar sendiri. Namun tetap lebih aman jika segera dilaporkan agar bisa ditangani secara profesional,” ujarnya.
Taokhid juga mengakui proses evakuasi tidak selalu mudah, terutama jika ular ditemukan di area terbuka seperti kebun atau semak belukar. Dalam beberapa kasus, ular sudah berpindah tempat saat petugas tiba di lokasi.
Dengan meningkatnya laporan selama musim hujan, Damkarmat Kota Jogja mengingatkan pentingnya kewaspadaan warga sekaligus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan aman dari potensi kemunculan satwa liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.