Toilet Sudah Dibersihkan tapi Tetap Bau? Ini Solusinya
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Foto ilustrasi hujan ringan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Warga Daerah Istimewa Yogyakarta yang hendak beraktivitas pada Minggu (26/4/2026) perlu mencermati prakiraan cuaca yang cukup bervariasi. Di tenggara, Gunungkidul diprediksi berawan. Sementara di Bantul, udara kabur akan mewarnai pagi hingga siang. Wilayah Sleman dan Kota Jogja justru berpotensi diguyur hujan ringan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Gunungkidul. Wilayah yang terkenal dengan hamparan pegunungan kapur itu diprediksi berawan dengan suhu berkisar 22–32 derajat Celsius. Kelembapan udara sangat tinggi, mencapai 63–99 persen. Kondisi ini tentu menurunkan jarak pandang, terutama pada pagi hari. Pengendara roda dua maupun roda empat diimbau menyalakan lampu utama dan mengurangi kecepatan.
Hampir serupa, Bantul juga akan menghadapi udara kabur. Suhu di Bumi Projotamansari diprediksi 23–32°C dengan kelembapan 62–99 persen. Kabur berbeda dengan kabut tebal, namun tetap dapat mengganggu aktivitas luar ruangan, terutama bagi penderita gangguan pernapasan. Disarankan menggunakan masker jika beraktivitas di luar.
Sementara itu, Sleman dan Kota Jogja justru berpotensi hujan ringan. Sleman dengan suhu 23–31°C dan kelembapan 62–97 persen, sementara Kota Jogja 23–32°C dengan kelembapan 59–97 persen. Hujan ringan diperkirakan terjadi pada siang atau sore hari. Masyarakat yang berencana wisata ke kawasan Malioboro, Prambanan, atau Kaliurang disarankan membawa payung atau jas hujan.
Wilayah Kulonprogo menjadi satu-satunya daerah yang diprediksi berawan sepanjang hari. Suhu 23–31°C dengan tingkat kelembapan tertinggi 68–98 persen. Kondisi ini relatif bersahabat untuk aktivitas pertanian dan pariwisata di kawasan pantai selatan seperti Glagah dan Congot.
Yang perlu diwaspadai adalah kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi di semua wilayah. Rata-rata kelembapan menyentuh angka 97–99 persen di titik maksimal. Udara akan terasa lembap dan gerah. Potensi tumbuhnya jamur pada dinding atau perabotan rumah tangga juga meningkat. Pastikan sirkulasi udara rumah tetap lancar.
Bagi petani di Sleman dan Gunungkidul, hujan ringan dan kabut dapat mempengaruhi proses panen atau pasca panen. Sebaliknya, petani di Kulonprogo yang berawan bisa memanfaatkan cuaca untuk kegiatan di ladang.
Imbauan dari BMKG: tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Meski tidak ada peringatan dini untuk cuaca ekstrem, kondisi kabut dan udara kabur cukup berisiko bagi keselamatan berkendara. Jaga kesehatan tubuh dengan minum air putih yang cukup dan hindari paparan langsung udara dingin di pagi hari bagi lansia dan balita.
Demikian prakiraan cuaca DIY untuk Minggu, 26 April 2026. Semoga bermanfaat dan selamat beraktivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.